Home Hukum Ini Geng Berclurit Rawarontek. Kenali Kode dan Model Perekrutan. Ortu Musti Hati-hati

Ini Geng Berclurit Rawarontek. Kenali Kode dan Model Perekrutan. Ortu Musti Hati-hati

Karanganyar, Gatra.com- Penangkapan para tersangka klitih (keliling golek getih) di Kabupaten Karanganyar, Jateng sekaligus menguak identitas Rawarontek 21, geng remaja di belakang para pelaku. Kelompok anarkistis bersenjata clurit ini merekrut para remaja putus sekolah kemudian mengajaknya tawuran.

Pertikaian yang terjadi kerap dipicu hal sepele. Seperti mengusik kelompok lawan dengan cara membuyarkan tanda identitasnya. Rawarontek 21 menandai wilayahnya dengan menorehkan cat warna bertuliskan RWT di lokasi tertentu. Namun penanda RWT di Matesih ditumpangi torehan cat semprot penanda kelompok lain, Freak.

"(Tulisan) RWT dicoret, lalu ditutup tulisan Freak. Lalu kita cari. Mbak Tia (anggota Rawarontek) yang memberi kabar janjian tawuran," kata BP (20) salah satu pelaku Klitih kepada wartawan saat gelar barang bukti kasus pengeroyokan di Mapolres Karanganyar, Senin (13/11).

Pemuda lulusan SMA ini gagal kabur ke Jakarta lantaran keburu ditangkap polisi. Ia berperan menggiring kelompoknya untuk mengeroyok para korban di sebelah timur Masjid Assalam Gerdu, Karangpandan pada Sabtu (21/10) sekira pukul 02.00 WIB. Sekitar 20 anggota Rawarontek bermotor dan berclurit mengejar lima pemuda yang turun dari Tawangmangu.

Namun saat perjalanan itu mereka tak menemukan kelompok Freak. Hingga akhirnya dalam perjalanan, gerombolan pelaku bertemu dengan kelompok korban yang tengah menuju ke arah sebaliknya. Saat itu kelompok korban berjumlah 10 orang.

Kelompok pelaku diteriaki woi berhenti yang membuatnya putar balik dan mengejar korban hingga terjadi penyerangan. Ketiga korban masing-masing ARD (17) dan RWD (17) pelajar asal Solo, serta BRS (16) pelajar Matesih, Karanganyar.

Mereka mengalami luka sabetan senjata tajam berupa clurit yang digunakan para pelaku. Polisi berhasil menangkap sembilan pelaku, termasuk BP yang paling berperan. Sedangkan tiga pelaku dewasa masing-masing BP (20); SA (20) dan AI (20). Kemudian lima pelaku dibawah umur AFB (17) KEP (17) AD (16) ATS (17) dan FAT (17).

BP mengatakan Rawarontek sudah dua tahun berdiri. Ia menyebut nama Rossi pemimpin gengnya. Rawarontek memiliki basecamp di Bejen Karanganyar. Mereka selain bikin onar juga kerap pesta miras. Remaja paling diincar jadi anggota baru. Modusnya menjual kaus secara daring di aplikasi Tiktok, lalu admin mengirim video ke calon anggota baru. Mereka yang tertarik akhirnya bergabung. Kebanyakan anggotanya putus sekolah dan anak jalanan wilayah Karanganyar dan sekitarnya.

"Saya menyesal. Jangan ikuti jejak kami kalau enggak mau berakhir di penjara," pesan BP dengan tangan diborgol. Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold HY Kumontoy mengatakan bakal membentengi wilayahnya dari kejahatan jalanan. Geng-geng remaja nakal bakal diberantas.

"Tak akan ada peluang masuknya aksi premanisme maupun klitih di Karanganyar. Atas adanya kasus ini, sudah dipertebal lagi antisipasi dari tokoh masyarakat, pendidikan dan kepolisian," katanya.

125