Home Hukum TPNPB-OPM Akui Dua Anggotanya Ditembak Mati Militer Indonesia

TPNPB-OPM Akui Dua Anggotanya Ditembak Mati Militer Indonesia

Yahukimo, Gatra.com -  Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui dua angotanya ditembak mati militer Indonesia, kamis dini hari pukul 02.52 WIT 11 April 2024, saat markas mereka di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo diserang pasukan TNI-Polri.

Selain menembak mati dua porang, pasukan TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz juga melukai satu anggota lainnnya dan menangkap 5 anggota.

Juru bicara TPNPB OPM Sebby Sambom menyebutkan, pihaknya berduka dan mengibarkan bendera bangsa Papua Bintang Kejora setengah tiang selama sepekan.

“Kamis dini hari 11 April 2024 lalu militer Indonesia menyerbu markas TPNPB OPM di Distrik Dekai dan menembak mati dua anggota kami. Selain itu satu anggota kami mengalami luka tembak dan 5 orang ditangkap,” kata Sebby Sambom dalam rilisnya kepada Gatra.com, Sabtu 13 April 2024.

Sebby menyebutkan dua anggota pasukan TPNPB OPM yang ditembak mati itu adalah Namun Senik alias Afrika Heluka dan Toni Wetapo alias Giban Wetapo.

"Sementara anggota kami lainnya yang mengalami luka tembak adalah Anius Sigap dan saat ini sementara dirawat di RSUD Dekai Yahukimo. Kondisinya dalam keadaan kritis,” jelas Sebby.

Sedangkan lima anggota TPNPB OPM yang ditangkap dan ditahan lanjut Sebby adalah Yoel Heluka, Mastenus Nikson Giban, Osier, Kris Giban, dan Sauli Payage.

"Kelima anggota ini sudah ditahan di Polres Yahukimo. Walau ditangkap dan diperiksa, mereka tidak akan membuka data dan keberadaan markas TPNPB OPM lainnya. Itu adalah bagian dari sumpah anggota,” tegas Sebby.

Dengan kematian dua anggota, satu luka dan lima ditangkap ini, Sebby mengatakan akan menjadi penambah semangat baru perjuangan TPNPB OPM untuk perjuangan Papua Merdeka.

"Dua yang meninggal, satu luka dan lima ditahan, mereka ini pahlawan bangsa Papua. Dengan peristiwa ini akan muncul 1000 pengganti anggota TPNPB OPM. Sekarang mereka sudah datang dan bergabung. Mereka lagi digembleng di markas,” ungkap Sebby.

Pihak TNI Polri membenarkan telah berhasil menambak mati dua anggota TPNPB OPM selain satu kena luka tembak dan 5 orang lainnya ditangkap dan ditahan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2024, Kombes Faizal Ramadhani mengungkapkan, kedua anggota TPNPB-OPM yang tewas ditembak tersebut, yakni Namun Senik alias Afrika Heluka dan Toni Wetapo alias Toni Giban.

"Anggota Satgas Damai Cartenz berhasil menyerbu tempa persembunyian anggota TPNPB OPM. Dua anggota ditembak mati, satu luka dan kami berhasil menangkap 5 angota. Saat ini sementara diperiksa intensif penyidik gabungan Polda dan Polres,” kata Kombes Faizal Ramadhani.

Ia juga menolak mengungkapkan hasil interogasi anggota TPNPB OPM. "Belum bisa kami ungkap hasilnya karena masih dalam proses penyidikan. Apapun hasilnya pasti nanti akan diketahui publik setelah P 21 dan dilimpahkan ke JPU untuk disidang di Pengadilan. Sidang terbuka untuk umum dan public bisa mengikuti,” jelas Kombes Faizal.

Afrika, menurut Faizal, merupakan anak buah Kopi Tua Heluka yang telah masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO. Dia terlibat dalam peristiwa penembakan Brigpol Usdar anggota Polres Yahukimo pada November 2022.

"Kemudian penembakan anggota Brimob Satgas Preventif Operasi Damai Cartenz 2022 yang menyebabkan 1 personel gugur dan 1 personel mengalami luka berat pada 30 November 2022, penembakan Mako Polres Yahukimo pada 30 Desember 2022, penyerangan Dandim 1715/Yahukimo yang menyebabkan 1 orang anggota TNI gugur pada 1 Maret 2023 dan penembakan pesawat Trigana Air B737 PK-YSC pada 11 Maret 2023, serta ” ungkap Faizal kepada wartawan, Jumat (12/4/2024).

Sementara, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024 AKBP Bayu Suseno menjelaskan Toni Wetapo alias Toni Giban merupakan anak buah daripada Yotam Gwijangge.

Toni Giban diduga terlibat dalam peristiwa pembantaian masyarakat pendulang emas di Kali I pada 16 Oktober 2023 dengan korban meninggal dunia 13 orang, satu luka dan dua tidak ditemukan.

"Serta terakhir terlibat dalam penembakan Pesawat Wings Air di Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo pada tanggal 17 Februari 2024,” jelas AKBP Bayu.

 

 

231