Home Pendidikan Kampus Muhammadiyah-Aisyiyah Desak Pemerintah Tak Jalin Hubungan Diplomatik Dengan Israel

Kampus Muhammadiyah-Aisyiyah Desak Pemerintah Tak Jalin Hubungan Diplomatik Dengan Israel

Jakarta, Gatra.com - Aksi bela Palestina digaungkan oleh Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (FR-PTMA). Langkah ini diwujudkan dalam bentuk aksi yang diikuti sekitar 172 Perguruan Tinggi Muhammadiyah - Aisyiyah se-Indonesia dan berpusat di kampus FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan (Tangsel).

Dalam pernyataan sikapnya, FR-PTMA secara tegas meminta Pemerintah Indonesia agar tidak sedikit pun berpikir apalagi bertindak melakukan hubungan diplomatik dengan negara Israel.

Sekretaris Umum FR-PTMA, Ma’mun Murod mengatakan, komitmen itu sejatinya juga merupakan salah satu bentuk kecaman atas tindakan genosida yang dilakukan Israel atas Palestina yang belum menemui titik terang. Sejak konflik kembali memanas pada Oktober 2023, ditandai dengan serangan brutal Israel ke Palestina, telah memakan korban sebanyak 35.000 orang dan terluka mencapai lebih dari 77.867 orang.

“FR-PTMA mengutuk keras Israel atas agresi dan serangan militer yang tidak proporsional, penangkapan massal terhadap warga sipil Palestina, perusakan berbagai fasilitas umum, utamanya fasilitas kesehatan, serta blokade bantuan kemanusiaan,” tegas Ma’mun dalam keterangannya, Selasa (7/5).

Disamping itu, Ma’mun mengatakan pihaknya mengapresiasi atas dukungan mahasiswa, dosen, dan guru besar di seluruh dunia ,termasuk kampus kampus di Amerika, Eropa, Australia, yang sudah berani menyuarakan hati nurani dan akal sehatnya menolak kejahatan genosida Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Menurutnya, kecaman keras pun harus ditujukan kepada sikap Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, dan negara-negara serta pihak-pihak lainnya yang terus memberikan dukungan dan bantuan terhadap Israel dalam agresi dan penyerangan terhadap Palestina.

Tak pelak, dalam aksi tersebut pun FR-PTMA meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memaksa dan memfasilitasi perundingan dan gencatan senjata Israel dan Palestina. Selain itu, juga mendukung International Criminal Court (ICC) mengadili Benjamin Netanyahu dan tokoh Israel lainnya yang terlibat dalam genosida warga Palestina.

“Kami pun mengecam OIC (Organization of Islamic Cooperation), Rabithah Alami Islami, dan negara-negara Arab yang bersikap lemah serta cenderung membiarkan Israel melakukan kejahatan kemanusiaan berupa penyerangan dan pembunuhan untuk kepentingan dalam negerinya sendiri,” beber dia.

Ma’mun menyatakan apresiasi tinggi pun disuarakan atas konsistensi dan keberanian Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, dalam berbagai forum dunia untuk terus membela dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina, menolak kejahatan Israel, serta mengkritik keras kemunafikan Barat dalam kasus konflik Israel-Palestina.

Langkah yang diambil menlu, sejatinya harus menjadi komitmen bersama agar pemerintah Indonesia agar tidak ada sedikitpun berpikiran, apalagi melakukan langkah-langkah politik untuk membuka hubungan dengan pelaku genosida yaitu Israel.

Pemerintah Indonesia pun dinilainya harus memperkuat jalinan diplomasi dengan negara-negara lain untuk mewujudkan lahirnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Serta mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus memberikan perhatian serius terhadap perkembangan konflik Israel dan Palestina. “Dengan terus memberikan bantuan moral, material, dan spiritual terhadap perjuangan rakyat Palestina,” tutur dia.

Pada aksi itu, ratusan civitas academica UMJ yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan menghentikan kegiatan harian perkuliahan maupun kantor, dan berkumpul di titik aksi sebagai bentuk dukungan dan pernyataan sikap tegas atas genosida terhadap warga Palestina yang sudah berlangsung lebih dari enam bulan.

30