Home Regional Memotret Vihara Termegah di Pantura Timur Jateng

Memotret Vihara Termegah di Pantura Timur Jateng

Pati, Gatra.com - Jrahi selama ini dikenal sebagai Desa Pancasila di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Desa yang masuk wilayah Kecamatan Gunugwungkal itu, memiliki rumah ibadah umat Budha termegah di Pantura Timur, Vihara Saddhagiri namanya.

Vihara ini berdiri gagah di lereng Muria, sehingga landscape khas pegunungan tergambar indah. Sehingga tidak heran banyak turis yang datang untuk menggelar wisata religi, lebih-lebih menjelang Waisak.

Pengurus Vihara Saddhagiri Desa Jrahi, Ngaripin, mengatakan perayaan Waisak sendiri bakal dihelat secara sederhana untuk memberikan nuansa khusuk umat.

"Perayaan untuk hari raya Waisak tepatnya 23 Mei 2024, waktu Waisak jam 8.52 WIB. Kalau momen waisak tahun ini, harapannya adalah kebersamaan, untuk keberagaman saat ini," ujarnya, Rabu (22/5).

Dituturkan, Vihara Saddhagiri awalnya adalah bangunan kecil bernama Buddha Meta dengan ukuran 6x9 meter. Namun pada tahun 2009, warga berinisiatif melakukan pembangunan tempat ibadah yang lebih layak.

Proses pengerjaan vihara Saddhagiri berlangsung selama 2,5 tahun. Dan pada tahun 2013, rumah ibadah tersebut diresmikan oleh mantan Bupati Pati Haryanto.

"Tahun 2009 akhir kita bersama-sama dengan umat, kita punya rencana untuk membangun tempat ibadah yang lebih layak. Sedangkan pembangunan Vihara Saddhagiri Jrahi itu selama 2,5 tahun dari 2009 akhir, dan tahun 2013, 21 Juli 2013 kita resmikan," jelasnya.

Ia tidak menampik, jika Vihara ini disebut paling indah dan megah di Pantura Timur Jawa Tengah. Lantaran keunikan gaya bangunan dan keelokan alam sebagai latar belakang, belum lagi kecantikan serta suasana kesakralan ornamen bangunan.

"Kalau bangunan dikategorikan termegah di Pati ini ya simbolis saja karena di saat pagi hari kita bisa melihat panorama alam bisa melihat matahari, sedangkan samudra yang luas di sebelah timur itu kita juga bisa melihat. Sedangkan saat sore hari matahari terbenam di ufuk Barat kita bisa melihat dengan mata telanjang kita," bebernya.

Menurutnya, agar bisa berwisata religi di lokasi, umat harus terlebih dahulu membuat perjanjian. Sementara untuk pelancong yang hanya ingin berswafoto pun diperkenankan, tanpa membuat janji, dengan catatan izin dengan pengelola.

"Kalau wisata, wisata religius bisa dengan perjanjian tertentu. Kalau foto di depan masuk harus izin, nanti jadi rusak, foto di depan," jelasnya.

Ditambahkan, umat Buddha di Desa Jrahi sebanyak ratusan jiwa. Dengan rincian terdapat 68 kepala keluarga (KK), terdiri dari 277 wanita dan 278 pria.

15