Home Nasional Data Terbaru Amnesty International Indonesia, Pengungsi Rohingya di Aceh Mayoritas Anak-anak

Data Terbaru Amnesty International Indonesia, Pengungsi Rohingya di Aceh Mayoritas Anak-anak

Banda Aceh, Gatra.com - Amnesty International Indonesia memberikan data terbaru mengenai jumlah pengungsi Rohingya yang ada di Aceh. Berdasarkan perhitungan sampai tanggal 19 November 2023, tercatat ada lima perahu pengungsi Rohingya yang berlabuh di beberapa wilayah di Aceh.

Perahu pertama tiba pada Selasa, 14 November 2023 di Pidie. Total pengungsi yang dibawa ada 194 orang dengan rincian, 40 laki-laki, 49 perempuan, dan 105 anak-anak. Para pengungsi saat ini berada di kamp Mina Raya.

Kemudian, perahu kedua tiba pada Rabu, 15 November 2023 di Pidie. Total pengungsi yang diangkut ada 147 orang dengan rincian, 30 laki-laki, 38 perempuan, dan 79 perempuan. Saat ini para pengungsi dari perahu kedua juga ditampung di Kamp Mina Raya.

Ada 3 perahu yang tiba pada hari Minggu, 19 November 2023.

Perahu ketiga tiba di Bireuen dengan total pengungsi mencapai 256 orang yang rinciannya, 62 laki-laki, 69 perempuan, dan 125 anak-anak. Hingga saat ini, kapal ketiga masih terombang-ambing di laut sebelah pantai Ladang Barat.

Kemudian, perahu keempat berada di Pidie. Total pengungsi yang ada sebanyak 232 orang dengan rincian 67 laki-laki, 87 perempuan, dan 78 anak-anak. Perahu ini dikabarkan berada di Kulee yang lokasinya dekat pantai. Namun, belum diketahui apakah para pengungsi di perahu ini sudah diperbolehkan untuk berlabuh atau belum.

Lalu, perahu kelima yang juga tiba pada Minggu, 19 November 2023, berlabuh di Aceh Timur. Total pengungsinya lebih sedikit, yaitu 36 orang dengan rincian 7 laki-laki, 7 perempuan, dan 22 anak-anak. Saat ini para pengungsi berada di Idi Sports Center.

Jika ditotal, dari lima perahu ini membawa sebanyak 865 orang pengungsi Rohingya. Mayoritas pengungsi merupakan anak-anak, yaitu 409 orang atau sekitar 47 persen dari total pengungsi. Sementara itu, total pengungsi laki-laki adalah 206 orang dan 250 perempuan.

“Ini satu tragedi kemanusiaan yang sangat serius, harus diperhatikan. Dan, ini tanggung jawab negara,” ucap Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid melalui konferensi pers secara daring pada Selasa (21/11).

285