Home Kesehatan Indofood Luncurkan Platform Learning Center bagi Para Nakes dan Kader Posyandu

Indofood Luncurkan Platform Learning Center bagi Para Nakes dan Kader Posyandu

Jakarta, Gatra.com- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) dan Positive Deviance Resource Center Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PDRC FKM UI)
berkolaborasi mendukung program
pemerintah untuk percepatan penurunan prevalensi stunting dengan meluncurkan Platform Learning Center, modul pembelajaran online bagi tenaga kesehatan (nakes) dan kader posyandu.

Platform ini berisikan video-video edukasi mengenai gizi dan kesehatan yang menarik, informatif dan mudah dimengerti. Peluncuran dilakukan di Kampus FKM UI, Depok dan dihadiri oleh Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, dr. Elvieda Sariwati, M.Epid yang mewakili Menteri Kesehatan RI, Dekan FKM UI, para nakes dan perwakilan perusahaan.

Direktur Indofood, Axton Salim mengungkapkan apresiasinya atas peluncuran metode pembelajaran online tersebut. “Pada kesempatan ini, mewakili Indofood dan Scaling Up Nutrition Business Network, saya
mengucapkan selamat kepada FKM UI atas peluncuran Platform Learning Center PDRC FKM UI dan sekaligus Stunting Resource Center," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/11).

Baca juga: Lawan Stunting, Dexa Medica Gandeng BKKBN Edukasi Ratusan Bidan di Jember

Axton menyambut baik ajakan kerja sama dari PDRCFKM UI untuk turut berkontribusi dalam pembuatan video dan platform e-learning ini. Apalagi platform ini ditujukan bagi para tenaga kesehatan dan kader posyandu yang terlibat langsung dalam mendampingi ibu selama kehamilan, menyusui hingga anaknya berusia 24 bulan.

"Edukasi ini sangat penting mengingat mereka berada dalam garda terdepan yang juga berperan dalam penurunan prevalensi stunting,” ujarAxton.

Materi pembelajaran terdiri dari 6
modul yaitu Stunting, Anemia pada Ibu Hamil, Pemberian Makan pada Bayi dan Anak, Imunisasi dan Suplementasi Vitamin A, Taburia, PMT Balita dan PMT Ibu Hamil, serta modul Calon Pengantin dan Remaja Puteri.

“Saat ini kami telah menyelesaikan 3 modul untuk para nakes, yakni Stunting, Anemia pada Ibu Hamil, Pemberian Makan pada Bayi dan Anak serta 2 modul untuk kader yaitu Stunting dan Anemia pada Ibu Hamil," kata Axton.

Baca juga: Percepat Penurunan Stunting, Pemprov Jateng Akan Optimalkan Intervensi di 20 Daerah

Total video singkat yang telah diproduksi berjumlah 52 video. "Kedepannya, kami masih akan memproduksi video-video guna
melengkapi edukasi ini," ujarnya.

Video edukasi dalam platform digital ini dapat diakses kapan saja, dimana saja tanpa hambatan ruang dan waktu. "Sehingga harapannya dapat menjangkau lebihbanyak penerima manfaat dan lebih cepat,” jelas Axton.

Pembelajaran dilakukan secara
asinkronus, dimana para peserta diminta belajar dengan menonton video dan mengerjakan tugas secara mandiri. Setelah lulus sesi asinkronus, dilanjutkan dengan sesi sinkronus dimana peserta akan belajar tatap muka online dengan para expert.

Peserta dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat ketika sudah menyelesaikan sesi asinkronus dan sinkronus. Axton lebih lanjut menceritakan awal mula keterlibatan Indofood pada program ini. Berawal dari visi yang sama bahwa edukasi merupakan intervensi yang sangat penting.

Baca juga: Siapkan Rp4,5 Miliar, CIMB Niaga Gandeng UNICEF Atasi Gizi Buruk untuk Cegah Stunting

Prof. dr. Endang L. Achadi, MPH, Dr.PH dan tim PDRC FKM UI menyampaikan hasil studinya bahwa pengetahuan para nakes di Puskesmas dan kader Posyandu di Indonesia tentang stunting dan anemia pada ibu hamil masih perlu ditingkatkan.

Untuk itu diperlukan media edukasi yang dapat menjangkau para nakes dan kader di seluruh Indonesia dengan cepat, tanpa batasan ruang dan waktu serta berskala besar. Berangkat dari keinginan yang sama untuk mendukung percepatan penurunan prevalensi stunting di Indonesia, PDRC FKM UI mengajak Indofood untuk membuat video edukasi dan sistem pembelajaran online yang mudah dipahami bagi para nakes dan kader posyandu.

Sebelumnya Indofood dan PDRC FKM UI telah banyak bekerja sama antara lain program CSR intervensi 1.000 HPK di tahun 2013 dan 2017, dengan memberikan training for trainers dan revitalisasi lebih dari 250 posyandu.

Selain itu pada tahun 2015 dilakukan kerja sama edukasi gizi remaja putri secara offline, school to school
terutama di pesantren putri. Pada tahun 2018, diluncurkan Program Hidup Sehat Yuk! yaitu program edukasi gizi dan kesehatan bagi remaja hasil kolaborasi Indofood dan PDRC FKM UI.

Program ini menjangkau lebih dari 2,1 juta remaja atau sekitar 10% populasi remaja di Indonesia. Program-program edukasi di atas sejalan dengan Program CSR Indofood pilar Nutrition for All yang menunjukkan komitmen Indofood untuk membantu program pemerintah dalam perbaikan gizi
masyarakat.

Baca juga: Cegah Stunting di Semarang, Mbak Ita Kreasikan Opor Singkong, Resep dari Megawati Soekarnoputri

Indofood memilikibeberapa program berkaitan dengan perbaikan gizi
masyarakat diantaranya adalah sebagai inisiator Scaling Up Nutrition Business Network (SBN) Indonesia,
gerakandaridunia usaha yang
perhatian terhadap masalah gizi di
Indonesia. Indofood juga aktif mendukung program pemerintah Gerakan Anak Sehat guna mengatasi stunting.

“Kami bangga program ini bisa menjadi contoh Public Private Partnership yang baik dan memberi manfaat kepada semua pihak. Harapan kami, video edukasi yang informatif, menarik dan mudah dimengerti, sehingga dapat
membantu meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan di puskesmas dan kader posyandu. Kami juga berharap agar semakin banyak dunia usaha yang turut berkontribusi dalam program Learning Center PDC FKMUI sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting di Indonesia,” tutup Axton.

175