Home Regional Harjo Mislan, Jemaah Haji Tertua se-Indonesia yang Juga Seorang Veteran 45

Harjo Mislan, Jemaah Haji Tertua se-Indonesia yang Juga Seorang Veteran 45

Surabaya, Gatra.com – Harjo Mislan seorang jemaah haji asal Desa Bedingin, Sambit, Ponorogo, Jawa Timur, menjadi jemaah tertua pada tahun ini. pasalnya, Harjo saat ini telah menginjak usia 109 tahun dan saat pulang dari ibadah haji nanti ia genap berusia 110 tahun.

"Saat ini sudah 109 tahun. Pekerjaannya bertani," jawab Harjo pada awak media ketika Harjo tiba di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada Rabu (15/05/2024). Harjo yang tergabung dalam kloter 19 ini akan berangkat ke tanah suci pada Kamis (16/05/2024).

Harjo yang berangkat haji bersama anak, menantu, dan besannya itu mengaku tidak banyak membawa barang. Ia menuturkan hanya membawa perbekalan seadanya dan secukupnya saja dari rumah."Yo cuma yang dibutuhkan saja," terangnya.

Bapak enam orang anak ini menjelaskan bahwa dirinya telah mendaftar haji pada 2019 silam di usia ke 104. Ia merasa bersyukur dapat menjalankan ibadah haji ke tanah suci bersama dengan keluarga terdekatnya. Harjo mengaku telah lama menabung demi dapat beribadah haji ke tanah suci. "Iya sebelumnya sudah menabung untuk haji. Lupa saya berapa tahun lamanya," tutur Harjo.

Saat ditanya kiat sehat hingga usia yang lebih dari satu abad ia menuturkan bahwa dirinya seringkali melakukan jalan-jalan pagi. Harjo juga menyatakan bahwa dirinya kerap melaksanakan salat malam seperti tahajud serta menjalankan puasa Senin Kamis. Ia juga menuturkan tidak ada makanan khusus yang ia konsumsi. "Makan ya makan seadaanya saja," tuturnya.

Anak kedua Harjo yang juga melaksanakan ibadah haji bersamanya, Sirmad, menuturkan bahwa selain rutin melaksanakan ibadah salat malam dan puasa sunnah, Harjo memiliki kebiasaan bersilaturahmi kepada sanak saudara dan tetangga. Selain itu Harjo juga sering membersihkan makam sanak keluarga yang sudah tiada.

"Karena saya sejak kecil selalu mendampingi Mbah Kung jadi tahu kesehariannya. Sampai sekarang kalau dia ingin ke pesarean ya saya antar ke pesarean. Saat ini sudah jarang-jarang karena usianya juga sudah sepuh," jelas Sirmad.

Selain itu, Sirmad juga menjelaskan lebih rinci terkait ayahnya yang dulu merupakan seorang perangkat desa. Selain itu ia juga menuturkan bahwa Harjo sebenarnya merupakan seorang pejuang 45.

"Kalau pekerjaan mbah kung itu awalnya tani. Setelah itu dia dijadikan perangkat desa dari tahun 1967-1990 itu di perangkat desa. Setelah keluar dari perangkat desa kebetulan ketemu temannya waktu seperjuangan akhirnya mengusulkan veteran. Sehingga mbah kung termasuk veteran pejuang 45. Kelahirannya 1914," jelasnya.

Sirmad yang merupakan pensiunan guru itu menjelaskan bahwa keinginan Harjo untuk melakukan haji itu berawal pada 2017 sila. Saat itu Harjo yang baru pulang umroh bersama anak pertamanya menyatakan keinginannya untuk berangkat haji. "Berdoa saja mbah nanti biar ada rezeki yang lebih nanti Mbah Kung didaftarkan haji," jawab Sirmad saat Harjo menyatakan keinginan haji padanya.

"Saya itu waktu ke kemanag istilahnya ditertawakan ya wong usia sekian kok daftar haji. Tapi kuasa Allah tidak ada yang tahu. Alhamdulillah akhirnya sekarang berangkat," sambung Sirmad.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Kantor Kementerian Keagamaan Kabupaten Ponorogo Moh. Nurul Huda menjelaskan bahwa kondisi kesehatan Harjo Mislan bagus. Ia juga menyatakan bahwa Harjo datang ke Asrama Haji Sukolilo dari Ponorogo tidak menggunakan kursi roda melainkan hanya menggunakan tongkat saja.

"Kondisinya alhamdulillah bagus mulai dari pendengarannya bagus, makannya juga enak. Kemarin waktu walimatus safar, pas makan biasa. Jalan itu biasanya tidak pakai teken atau tongkat. Tidak pakai kursi roda, jalan biasa, pakai teken (tongkat)," terangnya.

Nurul Huda menjelaskan bahwa dari Kabupaten Ponorogo sendiri terdapat dua kloter yaitu kloter 19 dan 20. Dalam kloter 19 terdapat 371 jemaah haji yang salah satunya merupakan calon haji tertua yaitu Harjo Mislan.

"Semua berangkat alhamdulillah. Kata kunci yang kami sampaikan kepada seluruh jemaah mudah-mudahan sehat semuanya. kalau sehat semuanya berangkat, kalau sudah berangkat mudah-mudahan selamat," tuturnya.

Terkahir, Nurul mengaku bahwa sebelumnya pihaknya telah memberikan arahan dan tuntunan kepada seluruh jemaah haji yang berangkat terkait menghadapi cuaca ekstrim yang melanda Arab Saudi.

"Kami kemarin ketika manasik memberikan pembekalan kepada seluruh jemaah haji harus bisa, satu banyak minum, yang kedua jangan banyak keluar, yang ketiga harus ngirit tenaga karena kloter 19 dan 20 ini masuk di gelombang pertama maka sunnah dulu baru wajibnya. Al-hajju ‘arofah-nya itu nanti masih jauh maka harus mampu mendesain waktu, pikiran, dan tenaga," pungkasnya.

2710