Home Liputan Haji Garuda Telat 8 Jam, Ali Machzumi Sambut Langsung Jemaah

Garuda Telat 8 Jam, Ali Machzumi Sambut Langsung Jemaah

Madinah, Gatra.com- Kepala Daerah Kerja Madinah, Ali Machzumi menyambut langsung jemaah Kloter SOC 42 yang telat 8 jam masuk Madinah, 24/05. Memang Kementerian Agama (Kemenag) RI memberikan reaksi keras terhadap tingginya tingkat keterlambatan pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) dari tanah air tahun ini. Terutama yang dilayani maskapai Garuda Indonesia.

Karena keterlambatan itu  menimbulkan dampak di semua sektor. Terutama terhadap pemenuhan layanan bagi para jamaah.

Salah satu yang paling terasa jamaah haji yang tiba di tanah suci dalam kondisi sangat lelah. Sebab, mereka harus menjalani beragam proses selama perjalanan lebih dari 10 jam. Tak sedikit yang kondisi fisiknya langsung menurun

Selain itu, di sejumlah hotel tempat CJH menginap, banyak jamaah yang datang terlambat ke hotel. Akibatnya, durasi masa tinggal mereka berkurang.

Sebab, sistem sewa hotel di Madinah berdasarkan jumlah hari tinggal. Berbeda dengan di Makkah. Di mana, sistem sewa hotel di sana menggunakan skema full season (selama musim haji).

Menanggapi hal itu, Kepala Petugas Penyelenggara IbadanHaji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Ali Machzumi, menyebut bahwa masalah keterlambatan penerbangan merupakan ranah maskapai. "Yang jelas, dari kami sudah sudah mengikhtiarkan, mengusahakan seluruh jamaah haji Indonesia akan mendapatkan layanan sebagaimana yang sudah disepakati," katanya.

Dia menyebut, secara umum, pelayanan yang diberikan kepada jamaah haji selama di Madinah sudah maksimal. Namun, untuk beberapa layanan, memang ada yang sedikit terganggu imbas telatnya kedatangan maskapai di Bandara Madinah.

Seperti masa menginap di hotel yang sudah disiapkan. Akibat kedatangan terlambat, otomatis jamaah akan tiba di hotel lebih lambat. Mereka juga harus keluar hotel untuk berangkat menuju Makkah sesuai dengan jadwal awal. "Namun, semua masalah itu sudah kita carikan solusi. Untuk jamaah yang berada di Madinah tidak perlu khawatir. Kami akan memberikan layanan terbaik di semua sektor. Baik akomodasi, transportasi, maupun layanan kesehatan," kata Ali.

65