Home Milenial Membangun Pluralitas Melalui Seni Lukis di Tembok Madrasah

Membangun Pluralitas Melalui Seni Lukis di Tembok Madrasah

Banyumas, Gatra.com– Berdiri sejak 1969, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU 1 Cilongok, Banyumas terus memberikan inovasi layanan pendidikan. Inovasi lembaga dilakukan dengan sentuhan seni dan budaya.

Kreativitas seni dan budaya dijadikan sebagai instrumen memperindah fisik madrasah. Ornamen didesain dengan berbagai karya seni lukis dan kaligrafi yang kreatif.

Nur Maulida, Kepala MI Ma’arif NU 1 Cilongok mengatakan desain lukis madrasah itu hasil karya kreativitas guru. Madrasah didesain untuk memberikan nuansa baru dalam belajar mengajar. Karya seni lukis, misalnya, terpampang di tembok madrasah.

“Hampir sudut ruangan didesain dengan hasil karya seni lukis. Ide ini didapat dari salah satu guru yang memiliki skill dibidang seni lukis,” katanya, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (9/4).

Di antara beragam lukisan, satu lukisan menarik terlihat di sudut madrasah. Lukisan itu adalah simbol rumah ibadah dari beragam agama dan budaya di Indonesia. Warga madrasah sadar bahwa bangsa ini terdiri dari berbagai macam agama dan budaya.

Risun, guru MI Ma’arif NU 1 Cilongok menjelaskan seni lukis buah karya tangannya diminati sejak muda. Simbol agama dan budaya yang dilukis pada dinding madrasah sebagai bentuk kesadaran hidup dalam keragaman agama dan budaya.

“Lukisan rumah ibadah dan adat budaya Indonesia menjadi simbol kesadaran berbhineka bagi warga madrasah. Sebagai media pembelajaran visual bagi peserta didik yang menarik,” kata Risun yang mulai melukis madrasah sejak tahun 2004.

Meski sebagai lembaga pendidikan keislaman, madrasah perlu membekali peserta didik dengan mengenalkan pluralitas Indonesia. Melalui simbol agama dan budaya pesan kebhinekaan dapat tersampaikan di lingkungan madrasah.

“Lukisan simbol agama dan budaya Indonesia dijadikan media pembelajaran bagi peserta didik. Sehingga terbangun generasi yang berkarakter toleran dan sadar akan keragaman,” ucap Risun.

1750