Home Pendidikan Masih Kekurangan, Kolaborasi Untuk Kembangkan Talenta Digital Makin Digenjot

Masih Kekurangan, Kolaborasi Untuk Kembangkan Talenta Digital Makin Digenjot

Jakarta, Gatra.com - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggandeng perusahaan teknologi Parallaxnet dalam mengembangkan pola pembelajaran berbasis LMS (learning management system) yang diusung Parallaxnet selaku pengembang.

Wakil Rektor IV Untirta, Alfirano mengungkapkan, dalam mewujudkan visi misi kampus menjadi Smart and Green Campus terdepan di Indonesia, maka dibutuhkan dukungan platform LSM yang diusung Parallaxnet ke Indonesia.

Selain itu, inisiatif ini diharapkan bis mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Kolaborasi ini selaras dengan upaya Untirta untuk memberikan pendidikan inovatif dan berkualitas Internasional.

"Platform ini akan membantu meningkatkan kemampuan mahasiswa dan memfasilitasi perjalanan kami menuju lingkungan pendidikan yang lebih mandiri dan dinamis," ujar Alfirano dalam keterangannya, Rabu (8/11).

Sementara itu, CEO Parallaxnet, Mazhar Durrani menyatakan siap mendukung upaya Untirta mencetak tenaga ahli bidang teknologi. Harapannya, Untirta akan mampu menghasilkan talenta digital berdaya saing bidang komputasi awan, kecerdasan buatan hingga pengembangan data saintis.

"Kami membawa sebuah revolusi di bidang pendidikan Technopreneur yang memberikan solusi sebagai jembatan terhadap adanya kesenjangan yang terjadi bidang teknologi di Indonesia," tegas Mazhar Durrani.

Senada, Direktur Utama PT Kimora Defasa, Dewi Setiawati Said juga berharap, kolaborasi yang terjalin dapat menjadikan Untirta sebagai contoh baik dalam upaya penambangan SDM terutama di bidang teknologi digital. Apalagi, saat ini ada kebutuhan talenta di bidang digital sebanyak 9 juta per tahun.

"Kekurangan sembilan juta talenta digital ini menjadi persoalan bangsa yang menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan dan seluruh unsur bangsa," jelas dia.

78