Home Politik Hindari Bentrok di Yogyakarta, Jadwal Temu Massa Pendukung Capres-Cawapres Akan Diatur Tak Barengan

Hindari Bentrok di Yogyakarta, Jadwal Temu Massa Pendukung Capres-Cawapres Akan Diatur Tak Barengan

Sleman, Gatra.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta meminta peserta pemilihan serentak untuk tertib peraturan demi mewujudkan kampanye aman, tertib, dan tidak memecah belah masyarakat.

Adapun Bawaslu Sleman meminta KPU untuk mengatur jadwal kampanye agar potensi bentrok bisa diantisipasi. Komitmen tersebut dituangkan dalam ‘Deklarasi Kampanye Pemilu Damai dan Apel Siaga Pengawasan Kampanye Pemilu 2024’, Senin (27/11).

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu DIY, Sutrisnowati, menyatakan pelaksanaan kampanye yang akan dimulai pada Selasa (28/11) besok sampai 10 Februari harus dilakukan sesuai UU.

“Kita membutuhkan kesepakatan dengan berbagai pihak, termasuk penyelenggara, pengawas, dan partisipan untuk berintegritas menjaga pelaksanaan kampanye secara damai, aman, tenang dan tidak menimbulkan situasi yang tidak kondusif,” katanya.

Sutrisnowati yakin para pengawas telah tanggap dan mumpuni dari segi pemahaman, sikap, analisis, dan penilaian terhadap munculnya pelanggaran, sehingga mampu mengambil keputusan final yang berimbang.

Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar, menjelaskan, deklarasi bersama yang diselenggarakan di Monumen Jogja Kembali (Monjali) beberapa waktu lalu merupakan komitmen bersama untuk menjaga pemilu lancar tanpa kendala.

“Tingginya persaingan antar-kandidat ini harus diantisipasi dengan setiap pihak mematuhi aturan. Jika tidak mematuhi aturan, besar kemungkinan pelaksanaan kampanye tidak tertib,” tegasnya.

Belajar dari munculnya konfrontasi antar pendukung peserta pemilu 2019 lalu, Bawaslu Sleman telah meminta KPU untuk mengatur jadwal pertemuan massa agar tidak berbarengan.

Dua hari terakhir menjelang jadwal kampanye, kampanye kreatif diusung relawan pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di Yogyakarta.

Pendukung Gibran yang tergabung dalam Rumah Indonesia Maju (RIM), Projo DIY, dan Generasi Muda Prabowo Jogja (GEMAPRAJA) menggelar acara bertajuk ‘Goyang Indonesia Maju’, yang memperkenalkan tari ‘Goyang Indonesia Maju’ dan lagu ‘Indonesia Maju’, di Malioboro, Minggu (26/11).

Ketua Projo DIY sekaligus koordinator acara, Aris Widihartanto, mengatakan kegiatan ini untuk menunjukkan bahwa pendukung capres-cawapres mengedepankan kreativitas dalam berkampanye.

“Tidak hanya sekadar memobilisasi massa dalam jumlah besar yang hanya mengganggu ketertiban umum dan menimbulkan konflik. Semoga Pilpres 2024 ini bisa berjalan dengan aman, lancar, dan menyenangkan,” ucapnya.

Pendukung Anies-Imin, KH Abdul Muhaimin, menyelenggarakan jalan sehat dan gebyar UMKM Kotagede, Minggu pagi. Acara ini diselenggarakan untuk membuktikan fenomena gerakan rakyat mendukung Anies-Imin tumbuh dari akar rumput.

“Partai pengusung dan pendukung maupun relawan harus merespons fenomena gerakan rakyat ini dengan bijak. Gerakan rakyat ini perlu dikoordinir sehingga menjadi kekuatan yang dahsyat. Kita tinggal mengkoordinasi menjadi kekuatan ini menjadi kemenangan," ungkap pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummahat Kotagede ini.

117