Home Ekonomi Produsen Batik Yogyakarta Pertahankan Kualitas di Tengah Perang Harga Pasar Online

Produsen Batik Yogyakarta Pertahankan Kualitas di Tengah Perang Harga Pasar Online

Yogyakarta, Gatra.com - Produsen batik lokal memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar. Strategi ini terbukti jitu saat pasar menghadapi situasi tak terduga seperti pandemi lalu. Kualitas produk menjadi kunci bertahan di tengah kompetisi dan perang harga di pasar online.

Hal ini mengemuka dalam workshop #MelokalDenganBatik, Selasa (6/2), yang digelar Pemda DIY, Tokopedia, da TikTok bersama produsen batik dari Yogyakarta, Rianty Batik,

CEO Rianty Batik Aditya Suryadinata menjelaskan keputusannya untuk terjun lebih dahulu di pasar online ketimbang produsen batik lain.

"Rianty Batik ini berdiri pada 2007. Waktu itu, belum ada platform online. Sejak 2015-2016, mulai kami konsep marketing online dan terbukti pada pandemi lalu pasar online membantu kami survive meski tokonya tutup," tuturnya.

Keputusan untuk segera terjun ke market digital lantaran Aditya tak asing dengan platform daring saat studi di Inggris. Karena itu, sejak meneruskan usaha ini, ia segera memasarkan produk-produk batiknya di marketplace dan media sosial.

"Pemasaran online membantu meluaskan pasar. Konsumen di Jabodetabek dan luar Jawa jadi tahu beragam produk kami," kata dia.

Kendati masuk ke dunia maya, Aditya menegaskan produk batiknya tetap menjaga kualitas dengan karya batik dan bahan-bahan terbaik. Sebab di pasar online, produsen sering melakukan perang harga.

Sementara pelanggan kerap melihat produk semata dari foto dan harga yang miring. "Kami tetap fokus pada kualitas. Harganya memang sedikit premium, tapi bahan dari kami bagus, sehingga saat customer tahu ia akan loyal," ujarnya.

Produk-produk unggulan itu terdiri 70 persen batik printing, 15 batik cap, dan 15 batik tulis hasil karya para perajin batik di Yogyakarta, Solo, dan Boyolali.

Kendati memiliki gerai di pusat belanja di beberapa kota, toko Rianty Batik di Jalan Malioboro yang jadi tujuan turis dan penjualan online yang menjangkau semua wilayah jadi andalan penjualan.

"Melalui strategi ini, termasuk pemasaran online, kami punya visi agar batik dipakai siapapun, kapanpun, dan di manapun. Kami targetkan batik mejadi busana fashionable, digemari anak muda, bahkan semua generasi," tuturnya.

44