Home Pemilu 2024 Usai Bertemu Prabowo-Gibran Bungkam

Usai Bertemu Prabowo-Gibran Bungkam

Jakarta, Gatra.com - Calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut dua, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka meninggalkan Kertanegara usai pertemuan keduanya. Pertemuan keduanya berlangsung sekitar 40 menit.

Pantauan Gatra.com dilokasi Gibran terlebih dahulu meninggalkan Kertanegara pada pukul 18.33 Menggunakan Toyota Inova hitam B 2903 FKD, ia membuka kaca dan sempat menyapa awak media yang menunggu di gerbang rumah Kertanegara.

Namun Gibran memilih bungkam saat dicecar pertanyaan terkait pembahasan dengan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Sementara itu pada pukul 18.56 WIB, Prabowo juga meninggalkan rumah Kertanegara dengan menggunakan mobil Alphard berwarna putih.

Sama seperti Gibran, tak ada satu katapun yang keluar dari Prabowo saat meninggalkan rumah Kertanegara. Ia hanya senyum sambil menyapa wartawan.

Sebelumnya, Gibran mengatakan, dirinya menghadap Prabowo untuk membahas pembentukan kementerian yang khusus mengurus program makan siang dan susu gratis. Namun, dia enggan memberikan penjelasan detail.

"Ya nanti aja ya, mau kita bahas dulu (soal kementerian itu)," kata Gibran kepada wartawan, Jumat (23/2).

Setelah memberikan penjelasan super singkat kepada wartawan, Gibran langsung masuk ke dalam rumah Menteri Pertahanan itu.

Sebelumnya, Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta Prabowo-Gibran, Arief Rosyid Hasan menyebut, Prabowo dan Gibran setelah dilantik sebagai presiden dan wakil presiden 2024-2029 akan segera mengeksekusi program makan siang dan susu gratis. Kini, Prabowo dan Gibran sedang menyusun rencana pelaksanaan program tersebut.

Keduanya turut membahas kemungkinan membentuk kementerian baru untuk mengurus program unggulan tersebut. "Bahkan Pak Prabowo dan Mas Gibran infonya sedang rapat untuk membicarakan ada kementerian atau lembaga yang khusus mengeksekusi program makan siang gratis," kata Arief di Jakarta, Kamis (22/2) malam.

Program makan siang dan susu gratis yang diusung Prabowo-Gibran diketahui ditargetkan untuk 82,9 juta orang yang terdiri atas siswa, santri, dan ibu hamil di seluruh Indonesia.

Program untuk mengentaskan masalah stunting dan kemiskinan itu akan menelan biaya 34 miliar dolar AS atau sekitar Rp 530 triliun per tahun. Pelaksanaan program itu disebut-sebut akan melibatkan koperasi, UMKM, dan Bumdes.

 

44