Home Keuangan Citibank Gandeng Bibit Tingkatkan Akses Layanan Wealth Management bagi Investor di Indonesia

Citibank Gandeng Bibit Tingkatkan Akses Layanan Wealth Management bagi Investor di Indonesia

Jakarta, Gatra.com - Citibank Indonesia menggandeng aplikasi investasi digital Bibit untuk melanjutkan kemitraan strategisnya dengan memperluas akses layanan wealth management bagi investor di seluruh Indonesia.

Citibank dan Bibit menunjukkan komitmennya dalam upaya percepatan agenda inklusi keuangan Pemerintah Indonesia, dengan menyediakan produk investasi berkualitas kepada seluruh investor ritel dan institusi.

“Kami berterima kasih atas kolaborasi kami dengan Citi Indonesia, sebuah institusi global terkemuka di dunia, yang mana mampu mendukung komitmen kami terhadap inklusi keuangan dan penyediaan investasi yang berkualitas di Indonesia. Kami berharap dapat terus menjalin kemitraan yang lebih strategis dengan Citi Indonesia di masa mendatang,” ujar Sigit dalam keterangan resmi pada Kamis (20/7).

Dalam kesempatan yang sama, CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi mengatakan pertumbuhan ekonomi suatu negara memiliki korelasi positif dengan pertumbuhan kinerja pasar modal.

"Sehingga penting bagi kami untuk menunjang pertumbuhan investor ritel di pasar modal Indonesia melalui kolaborasi yang berkesinambungan dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Bibit.id,” ungkap Batara.

Data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyebutkan bahwa pada 2020 jumlah investor di pasar modal tercatat 3,88 juta, dan melonjak menjadi 10,31 juta pada 2022. Hingga Juni 2023, jumlah investor di pasar modal mencapai 11,22 juta, naik 8,6% dari akhir tahun lalu.

“Kami percaya bahwa peningkatan jumlah investor retail dapat berdampak positif pada peningkatan inklusi keuangan di Indonesia. Dan pencapaian inklusi keuangan akan menjadi lebih efisien jika dilakukan secara bersama-sama sehingga tujuan untuk memperluas akses masyarakat ke sektor jasa keuangan dapat dilakukan dengan lebih optimal. Hal ini sesuai dengan arahan strategis dari OJK untuk mencapai inklusi keuangan sebesar 90% pada tahun 2024 melalui program Strategi Nasional Keuangan Inklusif,” tambah Batara.

Terbaru, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengeluarkan Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023-2027 dan menargetkan jumlah investor mencapai >20 juta Single Investor Identification (SID) pada 2027. Hal ini diproyeksikan akan mendorong permintaan terhadap produk dan layanan keuangan di lanskap pasar modal di tanah air.

32