Home Pendidikan Jokowi: Guru Profesi Dengan Tingkat Stres Tinggi

Jokowi: Guru Profesi Dengan Tingkat Stres Tinggi

Jakarta, Gatra.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa menjadi guru bukanlah pekerjaan ringan. Bahkan ia mengutip sebuah riset yang dilakukan RAND Corporation tahun 2022 yang menyebut bahwa guru memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dari pekerjaan lain.

Dalam riset tersebut, Jokowi menyoroti soal tingkat stres guru yang tinggi. Selain bertanggung jawab atas perilaku siswa, tingkat stres guru juga berpotensi disebabkan oleh adaptasi atas perubahan kurikulum.

Dan juga karena perkembangan teknologi. Jadi ada tiga, yang pertama karena perilaku siswa, yang kedua karena perubahan kurikulum, yang ketiga karena perkembangan teknologi. Karena apapun semua guru harus mengikuti perubahan teknologi yang ada.

"Jadi, ini yang hati-hati pak Mendikbud. Meski ya kurikulum harus berubah. Apalagi sekarang ini, disrupsi teknologi begitu sangat cepatnya setiap hari berubah," tutur Jokowi saat hadir di Hut PGRI ke 78 dan Hari Guru Nasional (HGN) di Jakarta, (25/11).

Menurut Jokowi, salah satu cara yang diambil oleh pemerintah sebagai solusi atas kondisi ini adalah meningkatkan kesejahteraan. Peningkatan karir dan kesejahteraan pun sudah dilakukan tahap demi tahap berkat program seleksi guru ASN PPPK.

Saat ini, rekrutmen guru ASN PPPK tahun 2021 dan tahun 2022 telah meloloskan 544 ribu guru honorer sebagai ASN PPPK. Harapannya dalam 3 tahun, ada kurang lebih 840.000 guru yang direkrut sebagai ASN PPPK.

"Tahun 2024 Nanti target kita yakni mencapai 1 juta guru yang diangkat menjadi ASN PPPK," ujar dia.

Terakhir, Jokowi menitipkan pesan kepada para guru untuk bisa menjadi penghela dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menyongsong puncak bonus demografi di tahun 2030.

Dalam sebuah peradaban negara, kesempatan itu hanya hadir sekali. Apabila dimaksimalkan, Jokowi meyakini bahwa Indonesia akan mengalami lompatan untuk menjadi negara maju.

"Oleh sebab itu, peluang bonus demografi yang akan muncul harus betul-betul harus kita manfaatkan. Dan semua itu hanya bisa diraih dengan guru-guru yang unggul dan hebat," beber dia

86