Home Ekonomi Berkontribusi ke Pembangunan Bangsa, Investasi Syariah Gencar Dikenalkan ke Santri dan Pesantren

Berkontribusi ke Pembangunan Bangsa, Investasi Syariah Gencar Dikenalkan ke Santri dan Pesantren

Yogyakarta, Gatra.com - Keuangan syariah terus dikenalkan ke seluruh lapisan masyarakat, terutama di kalangan santri dan pesantren. Investasi syariah turut berkontribusi terhadap pembangunan di berbagai daerah.

Untuk itu, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar program Investa Rangers yang berisi talenta-talenta muda untuk mengenalkan investasi syariah ke berbagai kalangan, termasuk pesantren. Ratusan orang dan komunitas di Yogyakarta telah menerima sosialisasi keuangan syariah dari Investa Rangers.

Direktur Eksekutif Shafiec UNU Yogyakarta Danang Teguh Qoyyimi, mengatakan, sebagai pusat studi yang fokus pada pengembangan keuangan syariah, Shafiec menaruh perhatian pada literasi keuangan di masyarakat.

"Melalui program Investa Rangers, kami ikut memberikan literasi kepada masyarakat terkait investasi," kata Danang dalam keterangan tertulis, Senin (27/11).

Menerutnya, Bursa Efek Indonesia, khususnya Divisi Pasar Modal Syariah, sangat berkomitmen membangun talenta-talenta literasi keuangan dari kalangan komunitas pesantren di Indonesia, khususnya Yogyakarta.

Dari sosialisasi yang berjalan melalui program Jelajah Investasi, sejumlah Investa Rangers dan pesantren menerima penghargaan karena dinilai memiliki performa terbaik.

Tiga penghargaan masing-masing diberikan kepada Ilham Khasib dari Pondok Pesantren Assalafiyah Mlangi sebagai Investa Rangers Terbaik, M. Mahbub Junaedi dari PP Pangeran Diponegoro sebagai Investa Rangers Teraktif, dan Satria Rahma Dhani dari alumni SMAN 2 Playen selaku Investa Rangers dengan Hasil Literasi Terbaik.

Adapun penghargaan untuk pondok pesantren diberikan kepada PP Pangeran Diponegoro sebagai Pondok Pesantren Terbaik.

Penghargaan diserahkan oleh Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis, Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur, Dedy Patria. Surabaya Sharia Investor City 2023 gelaran BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Surabaya, Sabtu (25/11).

Direktur Pengembangan PT BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, berinvestasi syariah di pasar modal turut mendorong pembangunan negara, baik melalui sektor swasta maupun sektor publik. ”Sebanyak 5.187 proyek infrastruktur publik di 34 provinsi di Indonesia dengan nilai hampir Rp 200 triliun dibiayai oleh investor syariah melalui sukuk negara," kata dia.

Menurutnya, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah investor syariah terbanyak ketiga, dengan 17.431 investor syariah atau 13 persen dari total investor syariah di Indonesia. "Untuk itu, melalui acara ini, kami dengan bangga menobatkan Jawa Timur sebagai Provinsi Investor Syariah,” kata Jeffrey.

71