Home Ekonomi Ekonomi Syariah Diprediksi Miningkat, Kelompencapir: Seminar Obligasi Syariah Dorong Sektor Riil

Ekonomi Syariah Diprediksi Miningkat, Kelompencapir: Seminar Obligasi Syariah Dorong Sektor Riil

Jakarta, Gatra.com – Founder Kelompok Notaris Pendengar, Pembaca, dan Pemikir (Kelompencapir), Dr. Dewi Tenty Septi Artiany, menyampaikan, ekonomi syariah akan mengalami peningkatan sebagaimana analisa ekonomi syariah pada tahun 2024.

Terlebih lagi, lanjut Teh Dete --sapaan karib Dewi Tenty-- dalam keterangan pers diterima pada Minggu (4/2), pemerintah pun berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai pusat syariah pada tahun ini.

“Prediksi ini harus disikapi oleh Notaris untuk ikut mendukung dan memperkaya pemahaman tentang transaksi syariah,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Dete, pihaknya menghelat seminar hukum bertajuk “Pembiayaan Melalui Penerbitan Obligasi dengan Prinsip Syariah Dalam Rangka Mendorong Ekonomi di Sektor Riil” pada pekan ini.

“Harapannya setiap kegiatan yang dilakukan akan menjadi milestone bagi Kelompencapir untuk tetap konsisten sebagai suatu kelompok diskusi yang keberadaannya dapat memberikan manfaat bagi para anggotanya dan masyarakat luas,” katanya.

Ia menyampaikan, seminar tersebut juga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Kelompencapir. Selain itu, Kelompencapir juga meluncurkan buku ke-2 berjudul ‘Kapita Selekta Hukum Perdata dan Kenotariatan’ yang menampilkan tulisan dari 11 anggota Kelompencapir.

Teh Dete mengatakan, pihaknya rutin menggelar diskusi. Dalam rentang 4 tahun terakhir, pihaknya telah menyelenggarakan 48 kali dengan mengangkat berbagai tema dan narasumber yang beragam untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait hukum dan kenotariatan.

“Dengan tujuan untuk selalu meng-update pengetahuan, menambah literasi dan mempertajam soft skill Notaris sebagai pejabat umum sekaligus kepanjangan tangan dari kebijakan Pemerintah untuk disosialisasikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pengayaan knowledge, kata Teh Deta, tidak hanya dalam forum diskusi tapi memberikan masukan berupa opini, tulisan di media dan buku dengan harapan memberikan manfaat lebih kepada masyarakat.

Lebih lanjut Dewi mengungkapkan berbagai capaian yang telah diraih Kelompencapir selama 4 tahun kebelakang. Ia menuturkan, pada Oktober 2023, 15 anggota Kelompencapir telah mengikuti Pelatihan dan Uji Kompetensi Arbitrase yang diselenggarakan oleh Institut Arbiter Indonesia (Iarbi) bekerja sama dengan Fakultas Hukum (FH) Unpad.

“Alhamdulillah dengan motto ‘bersama kita bisa’, ke-15-nya telah lulus menjadi arbiter,” kata teh Dete.

Dirjen Administrasi Hukum Umum Kemenkumham RI, Cahyo Rahadian Muzhar, menilai tema seminar tersebut sangat menarik karena berkaitan dengan upaya pemulihan perekonomian pascapandemi Covid-19. Menurutnya, obligasi merupakan alternatif bagi para investor yang ingin berinvestasi dengan mengikuti syariat Islam.

“Obligasi merupakan alternatif yang dapat dipilih oleh investor dengan imbal hasil yang lebih menarik daripada bunga deposito,” katanya.

Melalui obligasi, investor yang menghendaki investasi yang sesuai dengan aturan atau syariat Islam dapat memilih obligasi syariah yang mengikuti syariat dalam cara kerjanya atau dikenal dengan sukuk.

Dengan melihat populasi penduduk muslim di Indonesia, Cahyo mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk bisa menjadi pemimpin financial syariah finance di tingkat global. Sebab, Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, yaitu 240,62 juta jiwa atau pada tahun 2023 atau sebanyak 86,7% dari seluruh populasi nasional.

Menurutnya, kalau melihat komparasi penduduk Islam Timur Tengah dengan Indonesia, penduduk muslim Indonesia lebih banyak, sehingga Indonesia harus menjadi leader dalam syariah finance.

“Nah, inilah kita perlu bersama-sama dengan pemerintah untuk mencari lagi, menyempurnakan struktur syariah di Indonesia,” kata Cahyo.

Adapun Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo alias Bamsoet, dalam sambutan daringnya, mengucapkan selamat ulang tahun ke-4 kepada Kelompencapir. Ia meyakini kelompok diskusi ini telah memberikan banyak kontribusi keilmuan bagi masyarakat meskipun usianya masih terbilang sangat muda.

Menurut Bamsoet, di tengah berbagai persoalan kebangsaan yang mengemuka hari ini, kehadiran forum-forum diskusi seperti Kelompencapir akan menjadi oase di tengah dahaga keilmuan masyarakat.

“Meskipun usia kelompok diskusi ini masih sangat muda atau 4 tahun, tapi saya yakin dan percaya telah banyak kontribusi pemikiran yang telah disumbangkan,” ujar Bamsoet.

Merujuk pada tema seminar tersebut, Bamsoet mengatakan, pembiayaan melalui obligasi syariah dapat mendorong kegiatan ekonomi sektor riil karena obligasi syariah menjadi investasi yang dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Juga memiliki kontribusi penting sebagai sumber penerimaan negara melalui pajak dan restribusi, serta menopang perubahan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Namun, kata Bamsoet, saat ini kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan jasa keuangan berbasis syariah masih perlu dibangun karena masih sangat rendah. Di saat yang sama, kualitas layanan jasa dan penggunaan akses keuangan syariah juga masih harus ditingkatkan.

“Jika kita mampu memanfaatkan peluang momentum ini dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi pusat perkembangan keuangan syariah di tingkat regional bahkan di dunia,” ujarnya.

Adapun dalam acara seminar kali ini, Kelompencapir menghadirkan berbagai narasumber yang ahli di bidang hukum dan keuangan syariah, di antaranya Dewan Syariah Nasional Bidang Edukasi, Sosialisasi, dan Literasi Azharuddin Lothif, Dosen FH Ul Bidang Studi Hukum Islam dan Hukum Adat Wirdyaningsih, Praktisi Murdani Aji, dan Senior Vice President Unit Usaha Syariah PT Pegadaian Holilur Rohman.

93