Home Regional Jalin Kerukunan, Warga Tionghoa Gelar Bukber di Semarang

Jalin Kerukunan, Warga Tionghoa Gelar Bukber di Semarang

Semarang, Gatra.com - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menjadikan momentum bulan Ramadan untuk menjalin kerukunan dengan umat muslim.

Kerukunan ini ditunjukan pengurus dan anggota PSMTI dengan mengadakan buka bersama (bukber) dengan umat muslim Kelurahan Jomblang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (21/3).

Uniknya bukber dilakukan dengan cara lesehan, duduk di karpet dengan menu makanan seperti ayam goreng, mi goreng, perkedel, sambel goreng, ikan teri yang digelar di lantai.

Buka bersama puluhan warga yang dilaksanakan di aula Kelurahan Jomblang dihadiri Dewan Pakar PSMTI Pusat, Dewi Susilo Budiharjo dan Lurah Jomblang, Hendri Nurcahyo.

Dalam kesempatan itu, Dewi menyerahkan bingkisan beras kemasaan 5 kg dan sarung kepada warga yang hadir.

“Kita ini saudara, tidak terkotak oleh Tionghoa atau bukan. Keluarga PSMTI hadir merasakan kebahagia buka bersama dengan saudara umat muslim,” kata Dewi.

Buka bersama ini juga untuk meredakan kasus video yang sempat viral di media sosial yang menunjukan sebuah bongpay atau nisan makam Tionghoa dijadikan penutup selokan oleh warga Jomblang.

Perkara itu sempat ramai, pihak PSMTI sempat melayangkan surat desakan ke wali kota Semarang dan Penjabat Gubernur Jateng.

Masalah bongpay bisa diselesaikan dengan pihak kelurahan Jomblang menjembatani antara pemilik rumah yang menjadikan bongpay penutup selokan dengan PSMTI.

“Sudah tidak ada masalah dengan insiden bongpay, kami menyadari ketidaktahuan warga Jomblang tentang bongpay. Kita ini tetap sedulur. Saya lahir sebagai keturunan Tionghoa tapi saya Indonesia," ujar Dewi.

Dewi bahkan mengaku terkejut karena ternyata disambut hangat dan mengetahui kalau wilayah Jomblang merupakan kampung yang ditunjuk Kementerian Agama sebagai percontohan kampung moderasi beragama.

"Sebuah keterkejutan dan kebahagiaan Kelurahan Jomblang ternyata merupakan percontohan kelurahan moderasi beragama. Saya dengan senang hati berbuka puasa bersama di kelurahan Jomblang ini," ujarnya.

Sementara, Lurah Jomblang, Henry Nurcahyo mengatakan buka puasa bersama warga Tionghoa baru kali pertama dilakukan, serta berharap makin mempererat kerukunan umat beragama.

Saya mewakili warga menyampaikan terima kasih kepada PSMTI pusat sudah mau mengadakan buka bersama bersama dengan warga Jomblang.Insya Allah makin nambah persaudaraan warga Tionghoa dengan warga masyarakat Jomblang,” ujarnya.

Henry juga membenarkan Kemenag sejak tahun lalu menjadikan Jomblang sebagai percontohan moderasi beragama, karena kerukunan warga yang beda-beda agama.

“Di Jomblang ada beberapa tempat ibadah dan di perkampungan dan saling jaga antara satu dengan lainnya. Warga guyub meski agamanya beragam,” katanya.

Sementara warga Jomblang, Slamet Raharjo yang rumahnya terdapat bongpay untuk tutup selokan beryukur kerukunan beragama tetap terjaga.

“Saya tidak tahu penutup selokan itu adalah bongpay karena sejak pindah ke sana 35 tahun lalu sudah terpasang. Deengan buka bersama ini semoga persaudaraan semakin terjaga,” ujar Slamet yang juga sebagai ketua RW 13 Kelurahan Jomblang.

Sebagai informasi, setelah gaduh bongpay disimpan oleh komunitas Tionghoa dengan harapan menjadi petunjuk awal masuk warga Tionghoa ke Kota Semarang.

127