Home Hukum Dua Orang Ditembak di Ilaga Papua, TPNPB OPM Klaim Salah Satunya Anggota TNI

Dua Orang Ditembak di Ilaga Papua, TPNPB OPM Klaim Salah Satunya Anggota TNI

Puncak, Gatra.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah menembak mati seorang anggota TNI dan melukai seorang warga sipil, Selasa dini hari (8/4/2024). Aksi tersebut terjadi di Jembatan Yesey Mersey, Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Namun klaim ini dibantah Polda Papua. Aparat menegaskan bahwa kedua korban tersebut adalah warga sipil. Keduanya dalam kondisi kritis dan kini dalam perawatan di RSUD Ilaga.

Juru bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom menyebutkan anggota TNI yang ditembak mati itu dieksekusi langsung oleh Panglima TPNPB Wilayah XVIII Ilaga, Brigader Jenderal Penny Music dan anak buahnya.

“Anggota pasukan kami TPNPB OPM berhasil menembak mati satu anggota TNI di Ilaga. Selain itu juga melukai seorang warga sipil yang saat itu duduk berdampingan dengan angota TNI itu,” kata Sebby dalam keterangan yang diterima Gatra.com, Rabu (10/4).

Sebby menjelaskan bahwa alasan penembakan ini karena anggota TNI itu disebut sedang melakukan transaksi jual judi online Sio kepada warga sipil yang juga terkena luka tembak. Eksekusi tersebut berlangsung pada pukul 03.10 WIT.

“Jangan tuding pihak lain, karena kami TPNPB OPM menyatakan bertangungjawab. Pasukan kami yang tembak mati anggota TNI itu. Dia yang selama ini memanfaaatkan orang asli Papua menjadi intel, mata-mata untuk mengumpulkan data keberadaan kami TPNPB OPM,” tegas Sebby

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, AKBP Bayu Suseno kepada awak media menjelaskan bahwa korban bernama Pampang mengalami luka tembak cukup serius pada bagian kepala sebelah kanan. Sementara Nortinus yang adalah warga asli Papua mengalami luka akibat rekoset peluru pada pinggang sebelah kiri.

“Dua korban ini kondisinya kritis, sementara dalam perawatan. Jadi buka anggota TNI yang ditembak mati sesuai klaim TPNPB OPM itu, tetapi warga sipil. Itu juga tidak meninggal sesuai klaim tersebut,” tegasnya.

Menyikapi kejadian ini, AKBP Bayu memastikan personilnya akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan.

“Kami masih terus melakukan penyelidikan intensif dengan melakukan olah TKP guna mengumpulkan bukti-bukti terkait. Selain itu kami terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan,” imbuh dia.

“Tindakan ini tidak dapat dibenarkan. Karena itu kami berkomitmen untuk terus melakukan upaya penegakan hukum serta mengejara dan menangkap para pelaku,” tambah AKBP Bayu.

242