Home Pendidikan Dukung Ekosistem Pendidikan, Putera Sampoerna Foundation Gelar Kegiatan Kejar Pijar

Dukung Ekosistem Pendidikan, Putera Sampoerna Foundation Gelar Kegiatan Kejar Pijar

Jakarta, Gatra.com– Visi Putera Sampoerna Foundation (PSF) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia salah satunya dijalankan dengan kemitraan strategis yang dibangun bersama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI). Memeriahkan momentum Hari Pendidikan Nasional 2024, PSF berkolaborasi dengan Kemendikbudristek RI mengadakan rangkaian kegiatan yang diberi nama Kejar Pijar, singkatan dari Kreatif Mengajar Pintar Belajar.

“Penyelenggaraan Kejar Pijar PSF merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk berbagi praktik baik, terutama kepada para guru yang selama ini menjadi sasaran utama penerima manfaat program-program PSF, sekaligus menjadi salah satu implementasi kemitraan strategis kami bersama Kemendikbudristek RI," kata Senior Director Putera Sampoerna Foundation, Elan Merdy di Jakarta dalam keterangannya, Jumat (17/5).

Baca juga: Talenta Digital Perempuan Disiapkan Lewat Perempuan Inovasi 2024

Ekosistem Pendidikan PSF Sebagai Bentuk Nyata Dukungan Terhadap Pendidikan Indonesia Komitmen dan dukungan nyata PSF terhadap peningkatan kualitas pendidikan Indonesia dilakukan dalam bentuk ekosistem yang melibatkan pengajar, peserta didik, dan manajemen sekolah. "Pada Kejar Pijar ini kami senang sekali dapat berbagi informasi dan pengalaman dengan para guru, baik guru penerima manfaat program PSF dari Papua, maupun beberapa komunitas guru yang hadir dari wilayah Jabodetabek,” kata Elan Merdy.

Pada ekosistem pendidikan ini, lanjut dia, PSF menerapkan dua jenis kurikulum, yaitu kurikulum nasional dan internasional. Kurikulum nasional atau saat ini disebut dengan Kurikulum Merdeka, menjadi acuan bagi inisiatif School Development Outreach (SDO) dengan program-program yang banyak menargetkan guru di berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam pelaksanaan ketiga program dari inisiatif SDO, yaitu Guru Binar, Teachers Learning Center, dan Lighthouse School Program, PSF selalu menyesuaikan kebutuhan guru atas pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek RI termasuk Kurikulum Merdeka.

Baca juga: Taraf Kualitas Kampus Pengaruhi Besaran Biaya UKT

Dengan tujuan mendukung peningkatan karir dan kompetensi mengajar para guru sampai ke wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T), PSF-SDO mengembangkan materi-materi diseminasi untuk para fasilitator yang selanjutnya diimbaskan luas kepada lebih banyak guru, dan diimplementasikan langsung dalam kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, PSF juga memiliki inisiatif-inisiatif yang mengacu pada kurikulum internasional, yaitu Sampoerna Schools System di mana lebih berfokus pada peserta ajar. Dengan program Sampoerna Academy, Sampoerna University, dan Beasiswa Kerja Sama Sampoerna, PSF memberikan akses kepada jenis pembelajaran dan pengajaran yang lebih luas.

Walaupun begitu, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di Sampoerna Schools System juga tetap sejalan dengan dengan Kurikulum Merdeka, terutama terkait pengaplikasian pendekatan belajar lewat pembelajaran berbasis proyek dan pengembangan karakter lewat kompetisi 5C (Communication, Collaboration, Creative, Critical Thinking, & Character) yang diterapkan kepada peserta didik.

Baca juga: Keterbatasan Pendanaan Jadi Alasan Biaya UKT Tinggi

Dalam talk show “Mensinergikan Pendidikan Kurikulum Merdeka dan Global untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia”, Donna Agnesia, public figure sekaligus orang tua murid Sampoerna Academy BSD,  memberikan pandangannya terkait penerapan kurikulum internasional yang berdampak langsung pada proses belajar anaknya.

“Selama bersekolah di Sampoerna Academy sembilan bulan terakhir saya melihat perubahan signifikan pada anak saya, Sabrina. Anak saya jadi lebih komunikatif dan ekspresif menceritakan hari-harinya di sekolah, memiliki inisiatif tinggi untuk belajar sampai mengikuti lomba debat atas kemauannya sendiri," papar Donna.

Hasilnya Sabrina meraih nilai yang memuaskan serta prestasi yang membanggakan. "Saya melihat, penerapan kurikulum Merdeka dan kurikulum internasional di Sampoerna Academy juga mempersiapkan anak-anak kita tidak hanya untuk menjadi warga Indonesia, tetapi juga warga dunia, baik dari segi akademis maupun karakter,” ungkap Donna.

PSF memiliki visi dan misi yang sejalan dengan Kemendikbudristek RI untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, maka PSF berkomitmen untuk terus berkontribusi menjadi bagian dari ekosistem pendidikan Indonesia melalui berbagai inisiatif yang PSF miliki. Dengan adanya School Development Outreach, Sampoerna Schools System, dan Beasiswa Kerja Sama Sampoerna, PSF akan mewujudkan ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada masa depan.

Baca juga: Efektif untuk Advokasi dan Tingkatkan Kesejahteraan, Warga Disabilitas Mesti Manfaatkan Media Digital

Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek RI, Temu Ismail S.Pd, M.Si, sebagai salah satu pembicara talk show menyampaikan pandangannya terhadap ekosistem pendidikan yang dibangun oleh PSF. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pada PSF yang sejak dulu telah menjalankan kurikulum nasional dan internasional," ujarnya.

Dalam praktiknya, menurut dia, tentu harus menghadapi banyak kendala, tetapi juga melihat PSF memiliki banyak potensi yang digali sehingga kedua kurikulum bisa berjalan. Selain itu, Beasiswa Kerja Sama Sampoerna memberikan kesempatan kepada siapapun untuk meraih mimpi setinggi-tingginya selama ada kemauan.

"Bentuk kebijakan apapun kalau tidak didukung oleh semua pihak, tanpa sinergi dari seluruh pihak yang ada, tidak akan terlaksana dengan baik. Saya harap, dukungan dari semua pihak bisa terus terjalin," pungkasnya.

60