Home Internasional Israel Terus Gempur Gaza, Hamas Menarik Diri dari Perundingan Gencatan Senjata

Israel Terus Gempur Gaza, Hamas Menarik Diri dari Perundingan Gencatan Senjata

Gaza, Gatra.com - Seorang pejabat senior Hamas mengatakan bahwa kelompok militan Palestina tersebut telah menarik diri dari perundingan mengenai gencatan senjata dalam perang Gaza, karena “pembantaian” Israel dan sikapnya dalam perundingan.

AFP melaporkan, pada hari Minggu (14/7), pejabat Hamas lainnya mengatakan pemimpin militer kelompok itu, Mohammed Deif, baik-baik saja dan bekerja, meskipun Israel melakukan serangan bom besar-besaran di kamp Gaza selatan yang katanya menargetkan komandan Hamas yang dicari.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan serangan itu menewaskan 92 orang.

Menurut pejabat senior tersebut, pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh mengatakan kepada mediator internasional Qatar dan Mesir tentang berakhirnya pembicaraan mengenai rencana gencatan senjata yang pertama kali diuraikan oleh Presiden AS Joe Biden pada bulan Mei.

Tahap pertama kesepakatan itu akan mencakup gencatan senjata selama enam minggu dengan pertukaran sebagian besar sandera yang disandera dalam serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel, dengan tahanan Palestina di penjara Israel.

Menurut pejabat tersebut, Haniyeh mengatakan Hamas akan menghentikan negosiasi karena kurangnya keseriusan pendudukan (Israel), kebijakan penundaan dan penghalangan yang terus berlanjut, dan pembantaian yang terus berlangsung terhadap warga sipil tak bersenjata.

“Hamas telah menunjukkan fleksibilitas tinggi untuk mencapai kesepakatan dan mengakhiri agresi dan siap melanjutkan perundingan jika pemerintah pendudukan menunjukkan keseriusan dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan,” katanya.

Haniyeh mengatakan dalam sebuah pernyataan Sabtu malam bahwa ia telah menghubungi para mediator dan negara-negara lain untuk mendesak mereka memberi tekanan pada Israel, agar menghentikan serangan.

Israel mengatakan Deif, yang dianggapnya sebagai salah satu "dalang" serangan 7 Oktober, adalah target serangan di kamp Al-Mawasi di Gaza selatan, tempat puluhan ribu warga Palestina yang mengungsi dari distrik lain berkumpul.

Namun Hamas, tidak mengonfirmasi keberadaan Deif di kamp tersebut, dan mengatakan ia masih hidup dan bekerja.

“Panglima Mohammed Deif dalam keadaan sehat dan secara langsung mengawasi Brigade Ezzedine al-Qassam dan operasi perlawanan,” kata pejabat itu, mengacu pada sayap bersenjata Hamas.

Serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan mengakibatkan kematian 1.195 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka Israel.

Militan juga menyandera 251 orang, 116 di antaranya masih berada di Gaza, termasuk 42 orang yang menurut militer telah tewas.

Israel telah menanggapi dengan serangan militer yang telah menewaskan sedikitnya 38.443 orang di Gaza, sebagian besar warga sipil, menurut angka dari kementerian kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas.

127