Home Ekonomi Okupansi Tinggi, Tarif Homestay Dieng Naik 25 Persen

Okupansi Tinggi, Tarif Homestay Dieng Naik 25 Persen

Banjarnegara, Gatra.com – Pengelola Homestay atau penginapan di Dataran Tinggi Dien (DTD), Jawa Tengah menaikkan tarif sebesar 25 persen menyusul tingginya okupansi atau hunian penginapan pada libur panjang Natal dan tahun baru ini.

Ketua Paguyuban Homestay Dieng Kulon Kecamatan Batur, Banjarnegara, Fortuna Dyah Setyowati mengatakan, rata-rata penginapan menaikkan tarif kamarnya kisaran 25 persen. Harga kamar yang biasanya Rp200 ribu naik menjadi Rp250 ribu, Rp300 ribu naik menjadi Rp375 ribu, dan seterusnya.

“Ya tapi tidak semua penginapan menaikkan harga, tapi kebanyakan ya karena libur ada kenaikan, rata-rata 25 persen,” katanya, Rabu (25/12).

Meski harga dinaikkan, dia menyebut tak ada perbedaan signifikan layanan penginapan antara hari-hari biasa dengan masa libur panjang ini. Standar layanan tersebut meliputi air hangat, sarapan, kopi, dan cemilan khas Dieng pada pagi hari.

Dia mengatakan, pada libur natal ini terjadi kenaikan tingkat hunian sekitar 50 persen. Tingkat pesanan diperkirakan akan semakin tinggi satu atau dua hari menjelang malam pergantian tahun.

“Nanti naik lagi. Karena banyak juga yang bermalam pada pergantian tahun,” ujarnya.

Fortuna Dyah mengemukakan, pada masa liburan Natal ini, kebanyakan wisatawan berasal dari dalam negeri. Namun, ada pula wisatawan mancanegara, meski jumlahnya terbatas.

Pekan ini, homestay yang dikelolanya kedatangan tamu dari Malaysia dan Singapura. Biasanya, kata dia, wisatawan mancanegara datang ke Dieng pada Maret dan April.

“Desember kebanyakan lokal. Kalau luar negeri itu sekitar Maret-April, begitu. Kalau Desember ini kebanyakan tamu dari lokal. Liburan sekolah itu, kemarin sudah mulai mengisi,” ucapnya.

Dia menambahkan, di Dieng Kulon, ada sekitar 150 homestay yang dikelola masyarakat. Adapun secara total, di Dieng ada sekitar 400-an homestay yang dikelola masyarakat.

207