Home Pendidikan BRIN Ajak Periset Indonesia Ikut Serta Program KONEKSI

BRIN Ajak Periset Indonesia Ikut Serta Program KONEKSI

Jakarta, Gatra.com- Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko mengajak periset di tanah air untuk ikut mengajukan proposal untuk ikut serta dalam Program Kemitraan Kolaborasi Pengetahuan dan Inovasi Australia-Indonesia (KONEKSI).

"Kami (BRIN-red) siap dukung karena satu-satunya lembaga riset dan ada skema yang kita kerja sama, mulai dari koneksi hingga join funding," jelasnya dalam acara Peluncuran Program Kemitraan Kolaborasi Pengetahuan dan Inovasi Australia-Indonesia di Jakarta pada Senin (13/11).

Untuk diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bekerja sama dengan Pemerintah Australia meluncurkan kolaborasi inovatif terbaru Platform Kemitraan Pengetahuan Australia-Indonesia atau yang dikenal sebagai KONEKSI. Inisiatif ini menandai langkah maju dalam sektor riset dan inovasi Indonesia, serta menunjukkan komitmen bersama kedua negara tetangga untuk mendorong kemajuan dan kemakmuran melalui kemitraan.

Baca juga: Universitas Pertamina Diminta Siapkan Lulusan dengan Sustainability Skills

Sebagai informasi, KONEKSI adalah program unggulan Pemerintah Australia dalam sektor pengetahuan dan inovasi di Indonesia Program ini didanai oleh DFAT sebesar 50 juta dolar Australia dalam kurun waktu lima tahun (Tahun 2023-2027).

KONEKSI mendukung program kemitraan antara lembaga-lembaga pengetahuan Australia dan Indonesia dalam rangka melaksanakan dan menyebarkan penelitian terapan berkualitas tinggi, dan berorientasi pemecahan masalah. Tujuannya adalah mengatasi masalah sosial dan ekonomi melalui solusi inovatif untuk masalah pembangunan, melalui kombinasi sosial, sains, dan penelitian terfokus teknologi yang mencerminkan prioritas kepentingan bersama.

Tujuan, sasaran, dan inisiatif KONEKSI akan selaras dengan prioritas dan prinsip Pemerintah Indonesia sebagaimana diuraikan dalam prioritas Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Indonesia saat ini dan selanjutnya.

Baca juga: Siswa Bandung Independent School Juara II Lomba Debat Nasional NSDC 2023

Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas, Amich Alhumami mengatakan, hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia menjelaskan potensi transformatif KONEKSI. “Program ini diharapkan dapat menjadi praktik baik dan fondasi terciptanya triple helix kolaborasi Indonesia dan Australia,” tegasnya.

Adapun kolaborasi yang dimaksud, lanjut Amich adalah kerja sama yang melibatkan pemerintah, industri, dan institusi riset kedua negara yang mendorong hilirisasi penelitian dan pengembangan menjadi teknologi tepat guna untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan nasional.

“Salah satu kerja sama penting antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia adalah dibidang peningkatan kualitas SDM dan pengembangan iptek yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045," tegas Amich.

Baca juga: ASEAN Youth Fellowship Kumpulkan 40 Pemimpin Muda ASEAN

Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams menambahkan bahwa selama tahun 2016-2023 ada sebanyak 4 ribu publikasi bersama kemitraan Australia-Indonesia. Selain itu, Australia juga telah memberikan beasiswa kepada Indonesia selama 70 tahun untuk jenjang Sarjana hingga program Master dan Doktoral.

"Kebanyakan (mereka kini-red) menduduki posisi penting baik itu di bisnis, akademisi hingga sektor swasta," ujar dia. Saat ini ada 200 ribu orang Indonesia yang bersekolah di Negeri Kangguru itu. Penny menyebut bahwa Universitas Australia sedang memperluas jaringannya.

Bersamaan ini, KONEKSI juga mengumumkan 38 kemitraan pengetahuan sebagai penerima Hibah Penelitian Kolaboratif bertema Lingkungan dan Perubahan Iklim dan mengapresiasi keahlian, kemitraan yang adil, serta dampak para mitra terhadap mitigasi, adaptasi, dan ketahanan perubahan iklim.

Baca juga: Kreasi Digital Jadi Saluran Pengembangan Inovasi Remaja

Kemitraan Pengetahuan dipilih berdasarkan proses seleksi tinjauan sejawat yang independen dan ketat secara akademis. Penerima hibah terpilih adalah organisasi Indonesia dan Australia yang diakui atas keunggulan dan komitmennya terhadap kesetaraan kemitraan serta dampak kebijakan dan inovasi.

205