Home Politik Asahan Dinilai Tertinggal Jauh dari Labura, Wakil Ketua DPW PAN Sumut: Saya Dukung Suib

Asahan Dinilai Tertinggal Jauh dari Labura, Wakil Ketua DPW PAN Sumut: Saya Dukung Suib

Asahan, Gatra.com - Pidato politik Calon Bupati Asahan, Muhammad Suib, tenyata menimbulkan simpati politik. Salah seorang anggota pimpinan rapat pleno Penyampaian Visi Misi Bupati Asahan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Asahan secara tiba-tiba menyatakan dukungan politiknya.

"Saya secara pribadi menyatakan dukungan saya kepada saudara Muhammad Suib untuk menjadi calon Bupati Asahan dari PAN," ujarnya.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua DPW PAN Sumut, Agus Salim Ujung, usai Sekda Labura, Muhammad Suib, menyampaikan pidato politiknya dalam rapat pleno penyampaian visi misi Bupati dan Wakil Bupati Asahan DPD PAN Kabupaten Asahan di Hotel Antariksa, Kisaran, Minggu (19/5).

Pernyataan dukunga politik tersebut disampaikannya secara spontan. Namun berkali-kali dia menegaskan jika dukungan politiknya itu bersifat pribadi bukan keputusan partai.

Pernyataan politik yang disampaikan kader Partai PAN tersebut sontak mendapat tepuk tangan para kader PAN lainnya yang hadir dalam acara tersebut.

Suib menggagas dan menyoroti hasil pembangunan Asahan, mulai dari masalah budaya, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pemekaran wilayah.

Di bidang pendidikan, Suib menilai kondisi pendidikan Asahan masih harus diperbaiki. Di antaranya soal pendidikan tinggi. Munurutnya, gagasan yang digadang-gadang mantan Bupati Asahan Almarhum Taufan Gama Simatupang hingga Surya yang berencana melakukan pengalihan Universitas Asahan (UNA) dari Perguruan Tinggi Swasta milik pemerintah daerah menjadi Perguruan Tinggi Negeri itu tidak perlu.

Yang perlu , lanjut dia, mendirikan universitas baru. "Kalau saya jadi Bupati Asahan, saya akan bangun Universitas Negeri di Asahan. Saya akan ambil lahan HGU, kita bangun kemudian kita serahkan ke Kementerian Dikti," katanya.

Secara ekonomi, pembangunan Universitas Negeri di Asahan akan berdampak domino bagi pertumbuhan ekonomi. "Berapa besar pertumbuan ekonomi masyarakat akan tumbuh. Karena akan berdiri banyak rumah kost, rumah makan, loundri, warung internet, dan sebagainya," ujar Suib.

Dia juga menyinggung soal ekonomi dan pembangunan infrastruktur Asahan yang dinilainya masih rendah. Di bidang infrastruktur, ungkapnya, sangat mengherankan dengan anggaran APBD sebesar Rp1,8 triliun masih banyak jalan yang rusak dan tak terbangun. Labura saja dengan APBD-nya yang hanya sebesar Rp1 triliun bisa meng-cover banyak pembangunan infrastruktur.

"Labura kabupaten baru saja bisa mendatangkan Rp70 miliar dari pusat untuk pembangunan infrastruktur dan berhasil mendatangkan Jokowi. Asahan sendiri belum pernah mendatangkan Jokowi selain saat kampanye Pilpres dulu," katanya.

Sekda Labura ini juga menyoroti soal pembangunan bidang ekonomi dalam pidato politiknya yang tanpa teks. Ia merasa heran dengan kondisi Kabupaten Asahan yang telah berusia 78 tahun ini Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya hanya baru sebesar Rp185 miliar. "Sangat rendah. Kalau saya jadi Bupati Asahan, PAD akan kita dongkrak menjadi Rp250 miliar," tandasnya.

Suib menilai, untuk mempercepat proses pemerataan pembangunan, Kabupaten Asahan harus dimekarkan. Omong kosong, menurutnya proses percepatan pembangunan bisa dilakukan tanpa pemekaran. Karena wilayah kabupaten Asahan cukup luas.

"Kita lihat daerah-daerah dari hasil pemekaran. Semuanya menunjukkan keberhasilan karena pelayanan pemerintah daerah semakin dekat dengan rakyat," ungkapnya.

Pejabat ini menggagas pemekaran wilayah Kabupaten Asahan yang terdiri dari sejumlah kecamatan, di antaranya kecamatan Bandar Pulau, Aek Songsongan, Aek Kuasan, Pulau Raja, Rahuning, dan sejumlah wilayah lainnya.

"Jika nanti saya jadi Bupati Asahan begitu moratorium pemekaran dicabut pemerintah, saya pastikan akan berdiri satu kabupaten otonom baru di Asahan," ucapnya tegas.

Usai menyampaikan pidato politiknya, kepada Gatra.com Suib menilai Asahan jauh tertinggal dengan Kabupaten Labura. Di antaranya masalah pendidikan.

"Mahasiswa berprestasi dan tidak mampu seluruh kebutuhannya ditanggung Pemerintah daerah," ujar Suib.

Ia menyebutkan, Pemkab Labura mengalokasikan Rp5 miliar setiap tahun untuk beasiswa pendidikan. Konsepnya, Pemkab Labura melakukan kerja sama dengan perguruan yinggi dengan memberikan dana hibah kepada perguruan tinggi masing-masing. Dari pihak kampus mereka akan dapat uang saku setiap bulan, sisanya untuk pembayaran uang kuliah.

"Saya akan adopsi gagasan ini untuk memajukan tingkat pendidikan generasi muda Kabupaten Asahan," katanya. 

1685