Home Regional Meresahkan! Beredar Video 6 Siswi SMP Aniaya Kawannya, Diduga Salah Sasaran

Meresahkan! Beredar Video 6 Siswi SMP Aniaya Kawannya, Diduga Salah Sasaran

Purworejo, Gatra.com - Dunia pendidikan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, kembali diguncang oleh dugaan bullying. Mirisnya, terduga pelaku dan korban adalah para siswi yang masih berusia kisaran 13 tahun.

Video penganiayaan yang beredar di grup-grup Whats App (WAG) pelajar itu ada 8 klip dengan durasi masing-masing 5 detik hingga 1 menit 20 detik. Nampak seorang siswi berkaos hitam menahan tangis karena dianiaya oleh rekan-rekannya.

Para siswi berbaju seragam Pramuka itu nampak menampar, menendang serta mencaci maki dengan sebutan binatang pada korban. Lokasi kejadian diduga di SAC yang berada di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo.

Korban sebut saja berinisial AR, dan beberapa terduga pelaku merupakan siswi salah satu SMP Negeri di Kecamatan Butuh. Para terduga pelaku masing-masing adalah SA (14), SY (13) KM (3), JH (14), semuanya satu sekolah dengan korban. Kemudian ada NK, siswi kelas IX SMPN di Butuh namun beda sekolah. Lalu DH yang merupakan siswi SMK Swasta di Kutoarjo.

Korban semula menggunakan jilbab warna cokelat, namun kemudian di video selanjutnya, nampak korban tak berjilbab. Patut diduga, lepas karena ditarik oleh para terduga pelaku.

"Memang ada kejadian seperti dalam video yang beredar (dugaan penganiayaan) Hari Rabu, 7 Juni 2024. Jamnya di luar jam sekolah, sekitar pukul 17.00 WIB. Lokasinya di SAC. Kebetulan ada masyarakat yang melihat, kemudian melaporkannya ke Polsek Butuh," terang Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Sekdin Dikbud) Kabupaten Purworejo, Purwasih Handayani, saat ditemui di kantirnya, Jumat (14/06).

Menurut dia, saat ini korban telah mendapat penanganan kesehatannya serta pendampingan psikologisnya.

"Kemarin, Kamis (13/06) kami ke sana (SMPN tempat korban dan terduga pelaku bersekolah) untuk mengetahui lebih lanjut, tentang peristiwa dan penangannya. Saya datang bersama dengan petugas Puskesmas Butuh serta Kabid PPPA dengan maksud untuk membantu korban. Tapi karena sudah ditangani polisi kami menunggu, yang terpenting adalah memulihkan kondisi psikologis korban," tutur Purwasih.

Purwasih melanjutkan, saat ini kondisi korban secara umum sudah membaik dan sehat. Korban juga tak mau rawat inap, hanya rawat jalan dan beristirahat di rumah.

"Untuk para terduga pelaku, menurut informasi yang kami peroleh, menjalani wajib lapor tiap Hari Senin-Kamis ke Polres Purworejo. Kami juga mengimbau pada para guru agama dan guru PPKN agar lebih menyentuh moral dan spiritual anak-anak. Agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," kata Purwasih.

Sekdin lantas menuturkan awal mula peristiwa dugaan penganiayaan tersebut.

"Sesuai info yang saya peroleh, awal mulanya, ada salah satu terduga pelaku yang tidak masuk sekolah. Kemudian ada yang tahu kalau siswi tersebut ikut anak-anak punk. Kemudian siswi tersebut menduga atau menuduh korban yang melapor atau menyebarkan beritanya di sekolah. Padahal korban tidak melakukannya. Jadi korban ini salah sasaran," papar Purwasih.

2270