Home Pendidikan Inovasi Teaching Factory Jadi Peluang Tumbuhkan Ekonomi Daerah

Inovasi Teaching Factory Jadi Peluang Tumbuhkan Ekonomi Daerah

Jember, Gatra.com - Politeknik Negeri Jember (Polije) menjadikan program Teaching Factory (Tefa) sebagai upaya penghela peningkatan ekonomi daerah. Sekaligus, upaya ini menjadi jurus guna meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) vokasi.

Pemajuan Teaching Factory didorong oleh kebijakan Matching Fund atau Dana Padanan. Dengan adanya pola tersebut, perguruan tinggi semakin luwes dalam mengembangkan kolaborasi bersama mitra industri.

Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Jember, Budi Hariono, skema dana padanan punya peran penting dalam mendorong penguatan pada tiga sektor dalam Unit yakni produk pengalengan ikan, kopi, dan roti-rotian.

Diceritakan Budi, tiga unit yang mendapat dana padanan tersebut kemudian melakukan inovasi terhadap beberapa produk yang nantinya akan punya dampak terhadap masyarakat jember itu sendiri. Targetnya, produk unggulan yang sesuai standarisasi nasional tersebut nantinya bisa dihilirisasi.

“Karena disini [Jember] kita bisa temukan potensi alam budaya yang melimpah. kami punya Argopuro, kopi pahit terbaik. Potensi ikan Lemuru pun melimpah,” ujar Budi saat ditemui di Kampus Polije, Jember, Rabu (18/10).

Bicara tentang produk pengalengan ikan, Manajer Tefa Pengalengan Politeknik Negeri Jember, M Mardiyanto menyebut bahwa inovasi pengalengan yang dirancang Tefa Polije berpotensi dapat menambah nilai dari ikan lemuru yang selama ini memang melimpah ruah di wilayah pesisir Jember.

Saat ini masih kerap ditemui masyarakat yang menjual ikan lemuru tersebut dalam bentuk mentah. Jika di kira-kira, harga ikan tersebut dipatok sebesar Rp 50.000 untuk 20 kilogram. Mardiyanto menyebut, jika ikan tersebut mampu diolah dalam bentuk kaleng dan dibumbui dengan saus tomat atau cabai, maka harga jual ikan akan meningkat sebesar Rp 25.000 per kaleng.

“Inovasi ini yang kita coba kembangkan. Karena jika nantinya teknologi ini bisa diimplementasikan di masyarakat, tentu bisa berdampak ekonomi terhadap nelayan dan warga sekitar,” beber dia.

Sementara itu, hal serupa pun jadi semangat yang didorong dalam Tefa Bakery atau Roti Polije. Kepala UPA Pengembangan Pengolahan dan Pengemasan Produk Pangan Polije, Mokhamad Fatoni mengatakan, hingga saat ini produk roti yang dihasilkan Tefa bakery telah beberapa kali melayani kerjasama sebagai pemasok pangan yang nantinya akan digunakan sebagai konsumsi sebuah acara atau kegiatan.

“Kedepan, kami tentu mendorong agar apa yang didapatkan oleh Tefa ini bisa di aplikasikan mahasiswa. Artinya, mereka bisa berwirausaha secara mandiri setelah lulus,” ia menandaskan.

429