Home Politik Ganjar Serap Aspirasi Pendeta dan Tomas Toraja soal Pariwisata dan Perlindungan Perempuan

Ganjar Serap Aspirasi Pendeta dan Tomas Toraja soal Pariwisata dan Perlindungan Perempuan

Jakarta, Gatra.com – Calon Presiden Ganjar Pranowo menyampaikan pandangannya untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) serta perlindungan bagi kaum perempuan di sana.

Ganjar menyampaikan pandangan tersebut menanggapi sejumlah pertanyaan yang disampaikan pendeta dan tokoh masyarakat (Tomas) mengenai berbagai hal, di antaranya mengenai memajukan pariwisata dan perlindungan bagi perempuan di Toraja.

“Apa yang Anda lakukan untuk pariwisata agar berjalan baik? Keindahan alam Toraja sangat indah dan begitu banyak daerah wisata yang sangat indah. Apa yang akan Bapak lalukan?” kata Dhani, salah satu Tokoh Masyarakat Toraja dalam keterangan pers, Sabtu (25/11).

Ganjar menyampaikan, untuk memajukan parisiwata, hal pertama yang mesti dilakukan adalah melakukan asassement potensi terlebih dahulu dengan menggandeng ahli-ahli di bidang wisata.

Namun secara kasat mata, Ganjar sendiri melihat adanya satu persoalan terkait pariwisata saat tiba di Toraja, yakni soal koneksi dan integrasi transportasi ke tempat-tempat wisata.

“Biasanya pariwisata urusannya interkoneksi. Kalau saya jadi presiden, mestinya urusan ini harus diurus,” ujarnya.

Aspirasi selanjutnya disampaikan Pendeta Marry. Ia menyampaikan persoalan perlindungan perempuan yang pada praktiknya masih belum kuat diberikan.

“Tentu kami perempuan ada begitu banyak hal yang ada di seputar kami, baik yang positif maupun negatif dari perlakuan kepada kami. Kira-kira menurut Bapak, bagaimana tanggapan Bapak tentang perempuan yang seringkali boleh dikatakan belum mendapat haknya?” kata Marry.

Menjawab hal itu, Ganjar siap memberikan perlindungan ‘ekstra’ kepada kaum perempuan. Berbekal pengalaman di DPR RI dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) dua periode, ia optimistis bisa mewujudkannya.

“Kelompok perempuan, disabilitas, dan anak-anak. Dialah yang boleh berbicara lebih dulu, yang lainnya nanti. Agar semua punya frame, agar setiap pembangunan yang selama ini maskulin punya perspektif gender,” katanya.

Ganjar menemui sejumlah pendeta dan tokoh masyarakat diKabupaten Toraja Utara, untuk menyerap aspirasi. Pertemuan tersebut berlangsung sambil makan bersama di Kantor Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja, Rantepao, Toraja Utara, Susel.

Dalam pertemuan bersama FKUB di Toraja, Ganjar disuguhkan sejumlah makanan, mulai dari ikan pamarrasan, ayam palawa, dangkot ayam, hingga sup ayam. Ganjar juga diberikan penutup kepala Toraja (passapu), tas Toraja (sepo), hingga ukiran Toraja.

67