Home Ekonomi Ronny Sompie Didaulat Menjadi Dewan Pembina KERIS

Ronny Sompie Didaulat Menjadi Dewan Pembina KERIS

Jakarta, Gatra.com – Jenderal (Purn) Ronny F. Sompie dinobatkan sebagai Ketua Dewan Pembina Nasional Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS) 2022–2027. Mantan Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM tersebut didaulat mendapuk jabatan tersebut pada akhir pekan ini.

“Kami amanahkan secara khusus kepada yang terhormat Irjen Pol. (Purn) Dr. Ronny Franky Sompie, S.H., M.H., sebagai Ketua Dewan Pembina Nasional DPP KERIS 2022–2027,” kata Ali Mahsun, Ketua Umum (Ketum) KERIS di Jakarta, Minggu (7/4).

Ali Mahsun memakaikan baju seragam KERIS dan songkok, serta menyerahkan piagam amanat KERIS kepada Ronny Sompie sebagai simbol mengangkatnya sebagai Ketua Dewan Pembina KERIS.

Ia mengungkapkan, pihaknya menunjuk mantan Kadiv. Humas Polri tersebut karena diyakini mampu mempercepat dan mengefektifkan sinergi dan kolaborasi antara ekonomi rakyat dengan pemerintah, baik pusat mau pun daerah, TNI, Polri, swasta, perguruan tinggi, dan para pihak lain, baik domestik maupun global.

Selain itu, lanjut Ali Hahsun, Jenderal (Purn) Ronny Sompie juga mampu memperbesar sumber daya dan memperluas peluang ekonomi rakyat guna menghantarkan Indonesia sukses menjemput puncak bonus demografi pada 2030 dan bertransformasi menjadi negara maju pada 2045.

Ali Mahsun menjelaskan, pihaknya menobatkan Ronny Sompie menduduki jabatan tersebut dalam acara Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu KERIS di Pondok Gede Centers, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, pada Sabtu (6/4).

“Pilihan ini jatuh ke Jenderal (Purn) Ronny Sompie dilandasi adanya 'sambung roso',” ujarnya.

Ia mengungkapkan, menurut wejangan orang tua, bukan harta benda atau kedudukan sebagai modal terbaik kehidupan, melainkan ilmu yang bermanfaat. Orang Jawa menyebutnya dengan istilah “sambung roso”.

“Walaupun konglomerat atau punya kedudukan setinggi apapun takkan bermanfaat untuk ekonomi rakyat UMKM tanpa adanya sambung roso. Beliau sosok totalitas, berani melangkah, tak takut risiko, serta kapabel punya bekal sangat memadai,” katanya.

Lebih lanjut Ali Mahsun menyampaikan, Jenderal (Purn) Ronny Sompie dinilai mampu melipatgandakan sumber daya KERIS untuk menjadikan ekonomi rakyat UMKM sebagai pengendali pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7–8% per tahun.

Ronny Sompie juga dinilai mampu meningkatkan 3 kali lipat PDB Indonesia mencapai100 juta ekonomi rakyat UMKM yang andal dapat digapai pada tahun 2029 sehingga Indonesia sukses menjemput puncak bonus demografi tahun 2030 dan bertransformasi menjadi negara maju pada 2045.

Menurut Ali Mahsun, ekonomi rakyat UMKM adalah sangat strategis, mendasar, dan penting bahkan menjadi pilar utama perekonomian nasional. Pemerintahan RI 2024–2029 di bawah Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka harus totalitas menghadirkan negara yang berpihak pada ekonomi rakyat UMKM.

“Ini sebagaimana legacy Presiden Jokowi lindungi dan selamatkan 65,4 juta ekonomi rakyat UMKM pada pandemi Covid-19,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut, kata Ali Mahsun, saat ini menjadikan UMKM sebagai pilar utama ekonomi nasional, berkonstribusikan sebesar 61% terhadap PDB, dan menyediakan sejumlah 97% lapangan kerja.

Ia menegaskan, pemerintahan mendatang harus menaruh perhatian besar pada sektor UMKM karena kalau ekonomi kawulo alit ini tidak terurus dengan baik, maka puncak bonus demografi pada 2030 malah bisa menjadi malapetaka bagi Indonesia.

“Pengangguran, kemiskinan, dan kelaparan membludak di mana-mana. Ujung dan akhirnya bisa timbulkan gejolak sosial yang sulit dikendalikan,” katanya.

Untuk itu, pada puncak Dirgahayu Ke-2 KERIS pada 20–21 Juni 2024, ujar Ali Mahsun, pihaknya Mengganugerahkan Mahkota Mahadiraja Ekonomi Rakyat Indobesia kepada Presiden RI ke 1–8, yaitu Bung Karno, Soeharto, BJ. Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY, Jokowi, dan Prabowo Subianto.

“Juga dianugerahkan Mahkota Diraja Polisi Sahabat Ekonomi Rakyat Indonesia dan Mahkota Diraja TNI Bapak Ekonomi Rakyat Indonesia,” katanya.

Terkait amanah KERIS yang merupakan kumpulan organisasi usaha dan ekonomi rakya tersebut, Ronny Sompie mengaku terharu. Ia mengajak agar seluruh elemen organisasi memperkuat sinergi dan kolaborasi serta kerja sama demi meningkatkan eksistensi dan kemajuan ekonomi rakyat sebagai basis perekonomia negara Republik Indonesia.

“Tanpa ada rasa kebersamaan dan kekompakan jaringan ekonomi rakyat, akan sulit mewujudkan cita-cita bersama menuju masyarakat sejahtera adil dan makmur,” katanya.

Ke depan, lanjut Ronny, KERIS bersama 125 organisasi kerakyatan di dalamnya akan menyusun peta jalan untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan guna mewujudkan kesejahtera dan keadilan bagi rakyat Indonesia. “Tingkatkan sinergi dan kolabotasi untuk wujudkan Indonesia Maju tahun 2045,” ujarnya.

331