Home Liputan Haji Sedang Sakit? Tunda Dulu Berangkat Haji

Sedang Sakit? Tunda Dulu Berangkat Haji

Karanganyar, Gatra.com- Kementerian Agama (Kemenag) RI menerapkan seleksi lebih ketat calon jemaah haji yang akan berangkat musim ini. Tak hanya lunas biaya perjalanan ibadah haji (BPIH), namun juga lolos skrining kesehatan.

"Tahun 2023, jumlah jemaah haji Indonesia meninggal dunia terbanyak dalam sejarah, 870 orang. Tahun sebelumnya hanya 400-an saja. Ternyata kebanyakan yang berangkat lansia. Mereka dinyatakan layak naik haji meski tak semuanya sehat," kata Kasubdit Bimbingan Jemaah Haji Ditjen PHU Kemenag RI, Kalilurrahman di acara Bimbingan Manasik Haji Jemaah Haji Reguler di Karanganyar, Jumat (19/4).

Saat itu, jemaah haji banyak yang wafat saat di Tanah Suci. Apalagi suhu udara mencapai 41 derajat atau jazirah Arab mengalami kemarau ekstrem. Kalilurrahman mengatakan, suhu udara di Tanah Suci pada musim haji tahun ini pada bulan April-Juli 2024 diperkirakan hingga 51 derajat Celsius. "Sehat dulu dan melunasi, baru dinyatakan layak berangkat haji," katanya.

Ia mengatakan BPIH pada tahun ini ditetapkan Rp93,410 juta. Dari jumlah itu jemaah haji membayar 60 persennya saja atau hanya Rp56 juta. Dana optimalisasi haji yang dikelola pemerintah menyubsidi Rp37,3 juta.

Kerajaan Arab Saudi membuka kuota haji untuk 3 juta jemaah dunia. Indonesia memperoleh kuota 241 ribu jemaah dari jumlah itu. Menurutnya, kuota untuk Indonesia termasuk banyak.

"Malaysia saja hanya mendapat kuota 30 ribu jemaah. Waktu tunggunya 100 tahun jika daftar sekarang. Indonesia mendingan. Waktu tunggu 30-40 tahun. Biaya naik haji kita juga termurah dibanding negara lain Rp100 juta lebih," katanya.

Ia menekankan pentingnya calon haji mengikuti manasik agar ibadahnya nanti diterima.

Sementara itu Kasi Haji Kemenag Karanganyar, Sofyan Hadi mengatakan 695 jemaah bakal berangkat haji tahun ini. Kepanitiaan menugaskan lima personel petugas haji dan tiga petugas pembimbing haji. Ia mengatakan mayoritas lansia.

"Rata-rata 12 tahun mengantre sejak mendaftar tahun 2012. Sempat tertunda tiga tahun karena pandemi. Harusnya berangkat 2021 kemaren," katanya.

112