Home Internasional Kru Pertahanan Sipil Palestina Ambil 35 Jenazah dari Kuburan Massal di Khan Younis

Kru Pertahanan Sipil Palestina Ambil 35 Jenazah dari Kuburan Massal di Khan Younis

Gaza, Gatra.com - Awak pertahanan sipil dan ambulans Palestina menemukan tiga kuburan massal, dengan 35 jenazah ditemukan di Kompleks Medis Nasser di kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan, pada Selasa (23/4). 

Wafa Palestina, Selasa (23/4) melaporkan, kru penyelamat dan ambulans hari ini menemukan jenazah 35 martir dari kuburan massal di Rumah Sakit Medis Nasser, sehingga jumlah total warga sipil yang jenazahnya ditemukan sejauh ini menjadi 310 orang.

Menurut sumber-sumber lokal, mayat-mayat itu ditemukan setelah penarikan pasukan Israel dari kota tersebut.

Selain itu, sebagian besar jenazah adalah warga sipil dari berbagai usia dan pasukan pendudukan membunuh mereka saat menyerbu kompleks tersebut, dan menguburkan mereka secara kolektif di dalamnya.

Menurut sumber keamanan, mayoritas korban yang dikuburkan di kuburan massal adalah perempuan dan anak-anak.

Pasukan pendudukan dengan sengaja menghancurkan puluhan jenazah dan menguburkannya sebelum mundur dari wilayah mana pun di Jalur Gaza.

Sementara itu, sumber mengindikasikan bahwa ratusan warga sipil dilaporkan hilang setelah serangan Israel di Khan Younis.

Sekitar 2.000 warga sipil hilang setelah pasukan pendudukan mundur dari beberapa wilayah di Jalur Gaza.

Sebelumnya kemarin, Pertahanan Sipil di Gaza mengumumkan bahwa mereka telah menemukan 210 jenazah syahid, yang dimakamkan di kuburan massal oleh pasukan pendudukan Israel di dalam Kompleks Medis Nasser di Khan Yunis.

Agresi Israel yang sedang berlangsung di Gaza sejak 7 Oktober 2023, sejauh ini telah mengakibatkan 34.151 korban jiwa warga Palestina, dengan mayoritas adalah anak-anak dan perempuan. Selain itu, 77.084 orang terluka telah didokumentasikan sejak dimulainya serangan gencar.

Dalam konteks ini, ribuan orang masih terjebak di bawah reruntuhan rumah dan bangunan yang hancur, diperkirakan tewas, dan kru sipil serta ambulans tidak dapat menjangkau mereka karena penembakan Israel yang sedang berlangsung dan kurangnya peralatan yang memadai. 

19