Home Nasional Jamuan Makan Malam World Water Forum, Jokowi: Perlu Kolaborasi untuk Masalah Air Global

Jamuan Makan Malam World Water Forum, Jokowi: Perlu Kolaborasi untuk Masalah Air Global

Badung, Gatra.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap penyelenggaraan World Water Forum ke-10 di Bali dapat memfasilitasi kolaborasi global dalam mencari solusi atas permasalahan air dunia. Presiden menekankan pentingnya akses air bersih dan sanitasi agar seluruh elemen masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Forum itu sangat penting, karena bisa menuntun kita menciptakan kolaborasi bersama untuk mengakses air bersih dan sanitasi untuk semua orang," kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam seremoni Welcoming Dinner World Water Forum ke-10 di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Minggu (19/5) malam.

Presiden Jokowi meyakini, pertemuan antarnegara dari berbagai belahan dunia di World Water Forum 2024 akan membuka peluang bagi para pemangku kepentingan untuk saling berinteraksi dalam setiap rangkaian pertemuan terkait persoalan air dan lingkungan.

Interaksi yang terjalin dalam rangkaian kegiatan tersebut, lanjut Presiden, tentunya akan menghasilkan berbagai ide dan usulan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan tentang akses air dan sanitasi. "Terbangun spirit kebersamaan dalam menyikapi permasalahan air global," tutur Jokowi.

Presiden Jokowi tiba di Taman Budaya GWK pada pukul 18.53 WITA, didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, serta Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya.

Selepas pukul 19.00, para tetamu mulai berdatangan, dimulai dengan Presiden Dewan Air Dunia (WWC) Loïc Fauchon tiba sebagai tamu pertama. Mengenakan kemeja tenun endek Bali berwarna marun dan celana hitam, Fauchon disambut oleh Presiden Jokowi. Setelah berbincang singkat, Fauchon melanjutkan ke tempat resepsi di dalam area taman budaya GWK.

Sekitar pukul 19.07, Wakil Perdana Menteri Papua Nugini John Rosso tiba, mengenakan kemeja tenun ikat sintang Kalimantan berwarna cokelat dan celana hitam.

Pada pukul 19.10, utusan khusus Belanda Meike van Ginneken tiba, disusul oleh Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Dennis Francis, yang juga mengenakan blus tenun bermotif cokelat.

Kemudian, pada pukul 19.13, Barbara Pompili, utusan khusus dari Prancis, tiba mengenakan celana cokelat, blus putih, dan syal bermotif tenun. Pada pukul 19.17, Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab Suhael Muhamed Al Mazroui tiba, beberapa saat kemudian Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Haji Fadillah Bin Haji Yusof dan istri juga tiba.

Mantan Presiden Hungaria Janos Ader dan istri tiba pada pukul 19.21, mengenakan batik cokelat yang serasi.

Perdana Menteri Tajikistan Qohir Rasulzoda tiba pada pukul 19.22, Presiden Ranil Wickremesinghe dari Sri Lanka tiba pada pukul 19.25, dan Presiden Ratu Wiliame Maivalili Katonivere dari Fiji muncul tak lama setelah itu, mengenakan kemeja Sintang yang dibuat dari kain tenun kuning dan cokelat.

Presiden Jokowi kemudian menyambut kedatangan Ketua DPR RI Puan Maharani pada pukul 19.30. Puan Maharani mengenakan kemeja putih dipadukan dengan rok batik cokelat.

 

 

89