Home Teknologi Permudah Penilaian Pada Perawat Manajer, RSUD Tjokronegoro Launching Pak Muklis

Permudah Penilaian Pada Perawat Manajer, RSUD Tjokronegoro Launching Pak Muklis

Purworejo, Gatra.com-Selama ini, penilaian kinerja tenaga kesehatan di rumah sakit masih terbatas pada kinerja klinis. Karena itulah diperlukan sebuah tools untuk melakukan assesment kepada perawat manajer.

Direktur RSUD Tjokronegoro, dr Dony Prihartanto, menyampaikan hal tersebut saat peluncuran aplikasi 'Pak Muklis', Selasa (21/11). Pak Muklis adalah akronim dari Penilaian Kinerja, Mutu Pelayanan, Keselamatan Pasien, Logistik, Inovasi dan Sumber Daya Manusia. Aplikasi ini diinisiasi oleh Kasi Keperawatan Heru Agung Prastowo didukung oleh Kabid Pelayanan RSUD Tjokronegoro, Widodo.

"Aplikasi ini ntuk mengoptimalkan pelayanan keperawatan di RSUD RAA Tjokronegoro. Pertama, peran manajerial terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Kemudian bagaimana peran perawat manajer dalam memenej logistik seperti alkes, obat dan lainnya. Kemudian inovasi adalah, menilai bagaimana perawat manajer menjadi penggerak di unitnya. Perawat manajer juga harus berfungsi memenej SDM di unitnya, mulai dari perencanaan hingga pengelolaan SDM," kata dr Dony.

Dony menambahkan, meskipun RSUD Tjoktonegoro ini tergolong baru berdiri, namun saat ini telah melangkah menjadi RS pendidikan. Telah bekerja sama dengan STIKes Pemkab Purworejo dan IBISA.

"Saat ini tools Pak Muklis ini baru diterapkan untuk para kepala ruang. Harapannya, ke depan bisa diterapkan ke semua perawat manajer. Semoga aplikasi ini bisa menjadi nilai tambah bagi RS Tjokronegoro," harap dr Dony.

Kepala BKPSDM Kabupaten Purworejo, Fithri Edhie Nugroho yang hadir menyampaikan bahwa, tools penilaian seperti Pak Muklis sangat penting. "Kami (BKPSDM) juga memiliki aplikasi Sijempol yang berfungsi sebagai jejaring pegawai melalui pembelajaran online, Saat ini, indeks profesionalitas ASN di Kabupaten Purworejo telah mencapai 76,7 jauh lebih baik dari sebelumnya yang masuk kategori sangat rendah, hanya 53,55," kata Fithrie.

Pemrakarsi tools Pak Muklis, Heru Agung Prastowo dalam paparannya menjelaskan, cara kerja aplikasi ini adalah dengan cara menilai kinerja manajemen perawat manajer di ruang rawat yang tidak terpotret pada penilaian SKP dan DP3. "Mengoptimalkan manajemen perawat manajer dalam pelayanan keperawatan sesuai standar. Proses penilaian seperti sistem akreditasi RS (sebagai bahan latihan persiapan re- akreditasi RS). Form penilaian telah terdigitalisasi sehingga memudahkan peserta dan tim penilai/surveior (semua form dan panduan penilaian terangkum menjadi satu link)," papar Heru yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Purworejo ini.

337