Home Politik Disindir Soal Gagal Atasi Kemiskinan Jateng, Ganjar: Datanya Dulu

Disindir Soal Gagal Atasi Kemiskinan Jateng, Ganjar: Datanya Dulu

Jakarta, Gatra.com- Calon presiden, Ganjar Pranowo menjelaskan, masalah utama untuk mengatasi kemiskinan ada pada ketersediaan data yang ada.

Hal itu Ganjar katakan dalam Dialog Terbuka yang diadakan oleh Muhammadiyah. Salah satu panelis, yaitu ahli ekonomi dan kesejahteraan sosial Mukhaer Pakkana mengkritik visi misi pasangan Ganjar-Mahfud yang berjanji akan menurunkan angka kemiskinan Indonesia ke angka 2,5 persen dan menuntaskan kemiskinan ekstrem untuk mencapai 0 persen.

Mukhaer menilai, janji-janji tersebut terlalu ambisius. Bila melihat kilas balik kinerja Ganjar selama menjadi Gubernur Jawa Tengah, Mukhaer menilai impian ini tidak akan tercapai mengingat kinerja Ganjar di periode pertama hanya berhasil menurunkan angka kemiskinan sebanyak 400 ribu orang. Sementara, di periode kedua, angka ini merosot menjadi 80 ribu kepala.

“Penanganan kemiskinan itu yang penting, satu, datanya dulu. (Ada yang bilang) Pak Ganjar gak berhasil, mari kita hitung diperbandingkan dengan angka seluruh provinsi, dengan jumlah penduduk lebih besar, dengan penurunan di antaranya,” ucap Ganjar Pranowo dalam dialog terbuka yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Kamis (23/11).

Ganjar mengatakan, kemiskinan ekstrem masuk ke dalam desil satu atau kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraannya paling rendah secara nasional. Untuk menyelesaikan masalah ini butuh data yang pasti.

“Kalo desil satu kita mau berantas, caranya yang tadi saya sampaikan, datanya harus pasti, orangnya pasti, dan ini diambil oleh negara. Mau pake BLT boleh, jaminan sesuatu boleh, maka kalau satu data Indonesia tepat, maka sinkronisasi akan terjadi,” jelas Ganjar.

Meskipun data sudah tersinkronisasi, Ganjar mengatakan, pemerintah tidak bisa hanya berpedoman pada bantuan sejenis BLT atau yang sifatnya sedekah atau sekali pakai.

“Tidak hanya bantuan yang sifatnya charity,” ucap Ganjar.

Mantan Gubernur Jateng ini menceritakan soal program sekolah khusus masyarakat miskin yang dinamakan SMK Jateng. kami bangun sekolah, namanya SMK Jateng, hanya untuk orang miskin,

“Tiga tahun kami investasi untuk mereka, sudah panen, Pak. Dan, mereka jadi tulang punggung keluarga,” tutup Ganjar.

160