Home Internasional Serangan Israel di Deir al-Balah Menewaskan 24 Orang, Evakuasi 2 Bayi Baru Lahir yang Ibunya Terbunuh

Serangan Israel di Deir al-Balah Menewaskan 24 Orang, Evakuasi 2 Bayi Baru Lahir yang Ibunya Terbunuh

Gaza, Gatra.com - Pembantaian baru yang dilakukan oleh pendudukan Israel, sedikitnya 24 warga sipil tewas dan lainnya terluka Jumat malam ini dalam serangan Israel di kota Deir al-Balah, di Jalur Gaza tengah.

Menurut sumber lokal, dikutip Wafa Palestina, Jumat (23/2), pesawat tempur Israel menembaki rumah keluarga Abu Zeitar di lingkungan Bishara di Deir al-Balah, menewaskan 24 warga sipil dan melukai beberapa lainnya, kebanyakan anak-anak dan wanita. 

Upaya penyelamatan untuk membantu mereka yang terjebak di bawah reruntuhan masih berlangsung.

Serangan udara Israel juga mengebom sebuah rumah di utara kamp pengungsi Maghazi, di Jalur tengah, dan melukai beberapa warga sipil.

Beberapa warga sipil juga menjadi sasaran serangan Israel di sepanjang pantai di kamp pengungsi Nuseirat, di Jalur tengah, yang mengakibatkan beberapa orang terluka, beberapa di antaranya kritis.

Jet tempur dan artileri pendudukan juga membombardir daerah di Khirbat al-Adas dan Beit Hanoun di utara Jalur Gaza.

Jet Israel juga melepaskan tembakan keras ke kota al-Mughraqa, di Jalur tengah.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PPS) mengatakan pasukan pendudukan menargetkan sekitar Rumah Sakit Al-Amal di Khan Yunis, di Jalur selatan, menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas rumah sakit.

2 Bayi Lahir, Ibunya Terbunuh

Menurut PRCS, tim ambulans Bulan Sabit Merah Palestina melakukan - untuk keempat kalinya - misi evakuasi dari Rumah Sakit Nasser setelah tidak berfungsi lagi, berkoordinasi dengan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA).

PRCS mengatakan ambulansnya mengevakuasi 18 warga sipil yang terluka, termasuk dua bayi baru lahir yang ibunya terbunuh dalam penembakan Israel.

Jumlah warga sipil yang tewas sejak dimulainya agresi Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober meningkat menjadi 29.514 orang. Selain itu, sedikitnya 69.616 orang mengalami luka-luka.

Data jumlah korban di Gaza tidak lengkap karena agresi Israel yang intensif, gangguan komunikasi dan layanan internet yang berulang-ulang, kekurangan bahan bakar dan infrastruktur yang hancur, sehingga sulit untuk mendokumentasikan jumlah korban jiwa.

29.514 Terbunuh di wilayah Palestina

AFP melaporkan, Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan bahwa setidaknya 29.514 orang telah terbunuh di wilayah Palestina selama perang antara Hamas dan Israel, hingga Jumat (23/2).

Pernyataan kementerian mengatakan lebih dari 100 orang tewas dalam 24 jam terakhir, sementara 69.616 lainnya terluka sejak perang dimulai pada 7 Oktober.

Menurut PBB, pertempuran dan pemboman tanpa henti selama lebih dari empat bulan telah meratakan sebagian besar wilayah Gaza, dan mendorong populasinya yang berjumlah sekitar 2,4 juta jiwa ke ambang kelaparan seiring dengan penyebaran penyakit.

Badan kemanusiaan PBB, OCHA, menyalahkan “keterbatasan masuknya bantuan” serta pertempuran dan meningkatnya ketidakamanan sebagai penyebab sangat menghambat bantuan.

Perang dimulai setelah serangan Hamas pada 7 Oktober yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengakibatkan kematian sekitar 1.160 orang di Israel, sebagian besar warga sipil, menurut hitungan resmi AFP.

Militan Hamas juga menyandera, 130 di antaranya masih berada di Gaza termasuk 30 orang diperkirakan tewas, menurut Israel.

37