Home Kebencanaan Sebanyak 828 Warga Dievakuasi Dampak Erupsi Gunung Ruang

Sebanyak 828 Warga Dievakuasi Dampak Erupsi Gunung Ruang

Jakarta, Gatra.com – Gunungapi Ruang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, erupsi malam kemarin, Rabu (17/4/2024), sekitar pukul 21.00 WITA. Pihak pemerintah Kabupaten Sitaro, yang juga terdampak erupsi tersebut, mengevakuasi 828 warga sekitar. Rinciannya, sebanyak 506 merupakan warga Desa Laingpatehi dan sebanyak 322 warga Desa Pumpente.

“Adapun lokasi pengungsian berada di SMP Negeri 1 Tagulandang sebanyak 45 jiwa dan kurang lebih 783 jiwa lainnya di rumah kerabat yang berada di daratan Pulau Tagulandang,” begitu menurut keterangan tertulis Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, kemarin malam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro Sulawesi Utara melaporkan bahwa erupsi Gunungapi Ruang malam kemarin menyebabkan terjadinya hujan abu yang disertai batu kerikil.

“Dan mencapai ke permukiman warga yang ada di pesisir Tagulandang. Beberapa warga dilaporkan terkena lontaran kerikil dan bebatuan tersebut dan sudah mendapat penanganan intensif,” tutur Abdul.

Pihak BPBD Kabupaten Sitaro melakukan koordinasi lintas instansi untukmelakukan pantauan, kaji cepat, dan upaya penyelamatan masyarakat terdampak. BPBD juga telah memberikan bantuan berupa 123 lembar tikar, 123 lembar selimut, dan 400 lembar masker kepada masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sitaro bersama pihak terkait juga tengah menyiapkan alat angkut untuk mengevakuasi warga menggunakan Kapal Ferry KMP Lokong Banua dan KMP Lohoraung, ditambah perahu penyeberangan milik warga. Di samping itu, Basarnas juga menurunkan KM Bima Sena untuk membantu proses evakuasi warga.

Sebagai upaya percepatan penanganan daruat, Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) telah menetapkan Status Tanggap Darurat melalui SK Bupati Sitaro Nomor 100/2024 terhitung selama 14 hari mulai tanggal 16-29 April 2024. Periode masa Tanggap Darurat Ini bersifat dinamis dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan dengan melihat kondisi di lapangan.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi secara resmi menaikkan status Gunung Ruang menjadi level IV atau ‘AWAS’ pada malam kemarin pukul 21.00 WITA. Peningkatan level tertinggi untuk status gunungapi itu dilakukan setelah Gunung Ruang menunjukkan adanya aktivitas vulkanik yang terus meningkat sejak awal bulan ini.

Menurut hasil catatan instrumental yang dirilis PVMBG sehari sebelumnya pada tanggal 16 April 2024 pada pukul 21.45 WITA menunjukkan bahwa Gunung Ruang mengalami erupsi eksplosif dengan estimasi tinggi kolom mencapai 2.000 meter dari puncak.

Kondisi itu terus meningkat hingga kolom abu mencapai 2.500 meter dari puncak pada tanggal 17 April 2024 pukul 01.08 WITA. Kemudian pada pukul 21.15 WITA, erupsi eksplosif kembali terjadi dengan kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan tinggi sekitar 3.000 meter disertai suara gemuruh dan gempa yang turut dirasakan di Pos Pengamatan Gunungapi Ruang.

23