Home Liputan Haji Ibadah Haji Ramah Lansia, Perlu Disiapkan Sebelum Keberangkatan

Ibadah Haji Ramah Lansia, Perlu Disiapkan Sebelum Keberangkatan

Jakarta, Gatra.com- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati mengatakan perlu ada tata laksana penyiapan haji ramah lanjut usia (lansia) bahkan sejak sebelum keberangkatan. Bagi jemaah haji yang masuk risiko tinggi bisa melakukan medical check-up (MCU) sebelum keberangkatan agar bisa lolos terbang.

Kurniasih menyebut, ibadah haji tahun ini memang mengusung slogan haji ramah lansia. Sebab selama tiga tahun terakhir, jemaah haji lansia belum mendapat kesempatan dengan berbagai pembatasan akibat pandemi Covid-19.

"Tahun ini saat kuota normal jamaah haji lansia mendapat prioritas. Sehingga kita minta agar penanganan kesehatan calon haji lansia dan risiko tinggi lebih optimal. Perlu penanganan lebih dibandingkan musim haji sebelumnya. Tenaga kesehatan haji kita harus lebih siap," kata Kurniasih dikutip dari dpr.go.id, Kamis (8/6).

Baca juga: Rawan Demensia, Tenaga Kesehatan Haji Ajak Jemaah Lansia Bersosialisasi

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama per 23 Maret 2023, ada 66.943 jemaah haji lansia yang bakal diberangkatkan pada tahun ini. Jumlah ini mencapai sekitar 30% dari total jemaah haji Indonesia pada 2023 yang sebanyak 221.000 orang.

Jemaah haji tahun ini cukup didominasi oleh jemaah haji lansia dan jemaah haji risiko tinggi (risti). Menurut data Siskohat, ada 30 persen jemaah haji lansia tahun 2023. Sementara jemaah risti dari sisi kesehatan mencapai 73 persen. Jumlah ini tertinggi sejak lima tahun terakhir.

Anggota DPR RI dari dapil DKI Jakarta II ini berharap ada edukasi untuk menyiapkan diri dan menjaga kesehatan jamaah lansia. Apalagi ibadah haji ini harus kita akui banyak ibadah fisik sehingga memang harus disiapkan sebelum keberangkatan, pemeriksaan kesehatan jelang keberangkatan dan menjaga kondisi kesehatan selama di Tanah Suci. 

Baca juga: Ini Tips Bagi Jamaah Haji Agar Lancar Selama Menjalankan Ibadah di Tanah Suci

Kurniasih menambahkan, titik kritis yang perlu diwaspadai adalah momen puncak hari Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Kesiapan fisik dan mental sangat penting dijaga selama musim haji terutama saat puncak haji.

"Siapkan juga safari wukuf yang bisa jadi jumlahnya akan lebih banyak tahun ini karena jumlah lansia dan risti kita tinggi. Sistem rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan di Saudi juga harus disiapkan dengan baik dan cepat. Kita doakan semoga seluruh jamaah haji Indonesia diberikan kelancaran ibadah selama di Tanah Suci," ungkap dia.

173