Home Pendidikan Literasi dan Bahasa Diharapkan Ikut Jadi Isu Yang Diangkat Para Bacapres

Literasi dan Bahasa Diharapkan Ikut Jadi Isu Yang Diangkat Para Bacapres

Jakarta, Gatra.com - Isu seputar peningkatan literasi dan pelindungan bahasa diharapkan menjadi salah satu topik yang dibincangkan oleh para Bakal Calon Presiden (Bacapres) dalam Pemilu 2024 mendatang. Hal ini dinilai menjadi sebuah langkah penting dalam upaya pemajuan bahasa dan literasi kedepan.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa ) Kemendikbudristek, E. Aminudin Aziz menyebut, diskusi tentang perlunya bakal calon pemimpin negara untuk membicarakan isu tersebut memang bukan menjadi poin yang secara eksplisit didorong dalam Kongres Bahasa Indonesia XII.

“Hanya saja, butir-butir yang muncul di kongres ini juga dapat menjadi masukan tim pemenangan masing-masing bakal calon untuk mengangkat isu literasi, Pelindungan bahasa daerah, dan kebahasaan,” kata Aminudin dalam taklimat media di Jakarta, Sabtu (28/10).

Selain itu, ia juga berpesan untuk siapapun yang terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden nantinya, agar bisa ikut mendorong rekomendasi dari Kongres Bahasa Indonesia ini untuk masuk dalam butir Rencana Strategis yang digagas Kementerian Bappenas nantinya.

Dengan begitu, upaya pemajuan pun akan mempunyai ikatan yang lebih kuat. Sebab, dengan masuk sebagai butir renstra dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), maka upaya ini akan masuk dalam salah satu prioritas penganggaran yang digagas oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Tapi, kalau hanya cuap-cuap bicara tapi tidak dimasukan dalam Renstra, upaya pemajuan ini tidak akan kejadian,” beber dia.

Disamping itu, Aminudin juga merespon wacana salah satu Bacapres Anies Baswedan yang ingin menambahkan kosakata di KBBI hingga mencapai 250 ribu kata dalam 5 tahun. Menurut Aminudin, dalam catatan Badan Bahasa saat ini, entri untuk kosakata KBBI akan mencapai angka 200 ribu pada akhir tahun 2024.

Jika hendak menargetkan penambahan hingga 250 ribu kosakata dalam 5 tahun kedepan, maka diperlukan entri minimal 10 ribu kosa kata tiap tahunnya. “Kalau bisa entri 10 ribu per tahun, itu luar biasa. Karena dalam catatan di badan Bahasa, tiap tahun kami capaian entri berada di angka 2.500 entri,” jelas dia.

Meski begitu, Aminudin menganggap capaian 200 ribu kosakata di tahun 2024 mendatang sudah menjadi sesuatu yang revolusioner. Kedepan jika penambahan hendak dilakukan, maka diperlukan upaya serempak dari pelaku bahasa dan sastra tanah air.

“Yang penting ada kemauan politis dan dorongan kepada para pegiat kamus,” tutur dia.

67