Home Pendidikan Pendidikan Vokasi Jadi Tumpuan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi

Pendidikan Vokasi Jadi Tumpuan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, Gatra.com - Potensi besar Indonesia untuk menjadi maju perlu disokong oleh pengoptimalan sumber daya manusia (SDM). Dengan kualitas unggul, maka SDM Indonesia dapat meningkatkan kemampuan dan produktivitasnya di dunia kerja yang berimbas pada pertumbuhan ekonomi.

Tugas penting penyiapan SDM siap kerja, kini diemban oleh pendidikan vokasi. Sehingga, transformasi pendidikan vokasi dirasa dapat menjadi tumpuan dalam mendorong lebih banyak penciptaan lapangan pekerjaan.

Direktur Kemitraan dan Penyelerasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Uuf Brajawidagda, saat hadir dalam diskusi digelar Study Club CEMPAKA mengatakan, pendidikan vokasi perlu untuk selalu relevan dengan Pembangunan ekonomi.

“Pendidikan vokasi harus selalu relevan. Untuk itu, Kita terus memeberi bekal kepada para siswa agar fleksibel dalam mengantisipasi perkembangan zaman,” kata Uuf dalam keterangannya, Selasa (15/11).

Dalam beberapa tahun terakhir, Uuf menyebut pihaknya terus berupaya untuk membuka sekat-sekat pendidikan vokasi. Kemitraan antara Industri dan lembaga pendidikan vokasi menjadi inti dari pengakselerasian pendidikan vokasi.

Kebijakan lain seperti melalui lembaga kursus dan pelatihan memiliki program PKK dan PKW, di level SMK ada SMK Pusat Keunggulan dan pemadanan dukungan, hingga di peguruan tinggi vokasi ada matching Fund. Hingga program lain dengan membuat ekosistem kemitraan di daerah jadi penghela agar vokasi dapat terus menghasilkan SDM berkualitas.

“Jadi, Mitras DUDI mendorong pemanfataan sekat-sekat yang makin terbuka di satuan pendidikan untuk menjadi kemitraan di daerah guna menggali potensi di daerah sehingga bisa berkontibusi di daerah,” jelas dia.

Sementara itu, Direktur Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam, Piter Abdullah Redjalam mengatakan, adanya bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia dapat menjadi salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi. Sehingga, hal itu juga harus dibarengi dengan lapangan pekerjaan yang cukup.

Ia meyakini pendidikan vokasi yang mengutamakan skill akan mendukung pemanfaatan bonus demografi. Namun, perlu dipastikan skills yang dimiliki lulusan selaras dengan industri.

“Bukan gekar lagi yang dikejar, tapi kemampuannya pada bidang-bidang tertentu tertentu sehingga industri mudah menyerap lulusan,” tutur Piter.

Di kesempatan yang sama, Rektor Universitas Yarsi Fasli Jalal mengatakan, bahwa keselarasan atau link and match pendidikan vokasi dan industri harus diwujudkan. Pendidikan vokasi harus memastikan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir analitis, siap untuk terus dilatih atau terus belajar, dan kuat dalam softskills yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

“Karena itu, perlu untuk dipetakan mana yang menjadi tanggung jawab institusi pendidian, transisi dari pendidikan ke dunia kerja, dan ketika di dunia kerja,” kata Fasli.

 

61