Home Regional Sambut Idulfitri, BI Siapkan Uang Rp25,6 Triliun untuk Penukaran Uang Baru di Jateng dan DIY

Sambut Idulfitri, BI Siapkan Uang Rp25,6 Triliun untuk Penukaran Uang Baru di Jateng dan DIY

Semarang, Gatra.com- Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang layak edar senilai Rp25,6 triliun memenuhi kebutuhan penukaran uang rupiah baru pada momen Ramadan dan Idulfitri 2024 di wilayah Jawa Tengah (Jateng) & Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng, Rahmat Dwisaputra menyatakan, khusus untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya disiapkan uang senilai Rp10,1 triliun atau naik sekitar 13% dibandingkan tahun 2023.

“Kami menyiapkan pecahan uang rupiah layak edar dengan jumlah sesuai kebutuhan masyarakat melalui layanan kas yang prima diharapkan dapat melengkapi kebahagiaan masyarakat di bulan suci Ramadan,” katanya pada kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2024 di Semarang, Rabu (20/3).

Kegiatan dengan tema “Bijak Gunakan Rupiah di Bulan Penuh Berkah" dilaksanakan BI rutin setiap setahun dalam rangka merespon kebutuhan masyarakat atas uang rupiah pada periode Ramadan dan Idulfitri.

Dalam kegiatan SERAMBI 2024, dilakukan BI Jateng bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Perbankan serta Lembaga terkait lainnya.

“Penukaran uang rupiah baru dilakukan mulai 20 Maret sampai dengan 5 April 2024 di 418 titik layanan kantor bank umum yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah dan DIY,” ujar Rahmat.

Sedangkan khusus untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya, layanan penukaran uang rupiah di 91 titik seperti di pertokoan, pasar tradisional serta di Lapangan Parkir Barat Kantor Perwakilan BI Jateng di Jalan Imam Bardjo Semarang pada 25 Maret-3 April 2024

Mulai tanggal 4-5 April 2024, lokasi layanan penukaran uang baru rupiah ditambah di jalur mudik melalui Program BI Peduli Mudik, yaitu di stasiun kereta api.

“BI Jateng akan membuka layanan penukaran uang rupiah khusus untuk pemegang tiket atau pengguna jasa kereta api di Stasiun Tawang serta Stasiun Poncol, Semarang,” katanya.

Rahmat menambahkan untuk keamanan, mengimbau kepada masyarakat supaya mengoptimalkan penggunaan media transaksi nontunai atau QRIS pada saat melakukan penukaran uang.

“Kami menghimbau masyarakat agar tidak melakukan penukaran uang melalui perantara karena terdapat potensi risiko seperti ketidaksesuaian jumlah nominal uang yang dipertukarkan, kemungkinan menerima uang palsu, serta pungutan biaya yang dikenakan perantara,” harap Rahmat.

122